Belum Ada Laporan Kerusakan Flora di Lereng Gunung Merapi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Erupsi Gunung Merapi (Foto: Istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Erupsi Gunung Merapi (Foto: Istimewa)

Pasca sederet erupsi yang terjadi di Gunung Merapi beberapa hari lalu, flora atau tumbuh-tumbuhan yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) rupanya masih dalam kondisi baik.

Kepala Balai TNGM, Ammy Nurwati menjelaskan, setidaknya di kawasan TNGM terdapat 62 jenis anggrek, salah satunya anggrek khas Merapi berjenis Vanda Tricolor.

"Tanaman tumbuhan belum terpengaruh. Jadi letusan freatik dan abu tidak berpengaruh terhadap jumlah maupun tingkat kehidupan. Tidak ada laporan pohon tumbang atau tanaman layu," kata Ammy, Sabtu (26/5).

Borage / Starflower (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Borage / Starflower (Foto: Thinkstock)

Hal tersebut berbeda dengan erupsi 2010 lalu, saat itu awan panas membuat sejumlah tumbuhan keropos dan kering. Pasca erupsi 2010 itu, terdapat ruang kosong karena tanaman rusak. Petugas TNGM pun bertugas memulihkan 482 hektar ekosistem yang rusak.

TNGM memiliki luas 6.600 hektare, selain anggrek di kawasan tersebut juga tumbuh endemik lain seperti puspa, rasamala, kemenyan, sarangan, dan lain sebagainya.