Belum Ada Lonjakan Pemudik di Terminal Banda Aceh

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pemudik. Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemudik. Foto: ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid

Presiden Jokowi telah memutuskan larangan mudik untuk menekan penyebaran virus corona. Larangan mudik itu mulai berlaku pada 24 April 2020.

Kepala Terminal Tipe A Batoh, Banda Aceh, Heriyanto, memastikan hingga saat ini belum ada lonjakan penumpang di wilayahnya atau pemudik yang kembali ke Aceh.

“Sampai sekarang penurunan masih 80 persen, belum ada penampakan pemudik baik dari Medan maupun pulau Jawa, tidak ada,” ujarnya saat dihubungi kumparan, Rabu (22/4).

Heriyanto melihat perkembangan arus mudik sepi itu akan berlangsung hingga menjelang Idul Fitri nanti, sampai dengan hari ini tidak ada lonjakan penumpang baik yang keluar maupun datang. Begitu juga dengan aktivitas di terminal sudah sepi sejak awal Maret.

“Kebiasaannya bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi  (AKDP), kalau hari biasa sebelum COVID-19 sekali keluar sebanyak 30 sampai 40 bus dalam satu hari dengan penumpang rata-rata hampir penuh,” katanya.

Dikatakan Heriyanto, selama masa pandemi virus corona, masing-masing perusahaan angkutan umum hanya mengeluarkan satu bus bahkan ada yang tidak berangkat. Begitu juga dengan penumpang tidak lagi penuh.

Begitu juga dengan pemudik antar kabupaten/kota di Aceh, sebelum adanya imbauan larangan mudik warga sudah lebih dulu pulang kampung ketika awal-awal heboh COVID-19 di Indonesia khususnya Aceh.

“Sudah pada pulang semua seperti mahasiswa, karena di Banda Aceh ini pemudiknya itu rata-rata mahasiswa yang ramai pulang,” ujar dia. ********

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.