BEM Persatuan Se-Jakarta Hormati Demo AMPB 27 Agustus: Laksanakan dengan Tertib

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Konferensi pers pernyataan sikap Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya terhadap rencana demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta Timur, Senin (24/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers pernyataan sikap Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya terhadap rencana demo Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta Timur, Senin (24/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya menyatakan menghormati rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Sikap tersebut disampaikan dengan menekankan pentingnya penyampaian aspirasi yang tetap berjalan dalam koridor demokrasi.

“Sehubungan dengan rencana menyampaikan penyampaian aspirasi yang akan dilaksanakan oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB di gedung DPR RI pada tanggal 27 Agustus 2026, kami memandang penting untuk menyampaikan sikap secara objektif, dan berlandaskan prinsip-prinsip demokrasi,” ujar Koordinator Aliansi BEM Persatuan Indonesia, Ikhsan Buyung Kalean, dalam konferensi pers di Jakarta Timur, Senin (24/8).

Ikhsan mengatakan pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Menurutnya, kebebasan menyampaikan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu tetap dijalankan sesuai aturan.

“Penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat oleh karena itu, setiap bentuk penyampaian pendapat hendaknya dilaksanakan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat luas serta ketertiban umum," tuturnya.

"Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog yang konstruktif, saling menghormati perbedaan perundangan, serta menjaga ruang demokrasi agar tetap menjadi sarana penyampaian yang bermartabat dan berorientasi pada kepentingan bangsa," tambahnya.

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Se-Jakarta Raya mengingatkan agar penyampaian aspirasi dalam aksi tersebut dilakukan secara santun dan damai. Mereka juga mendorong agar dialog serta upaya mencari solusi tetap dikedepankan.

"Kritik, masukan maupun tuntutan terhadap kebijakan publik merupakan bagian yang sah dalam demokrasi. Namun demikian, penyampaiannya akan lebih bermakna apabila dilakukan secara santun, dan damai,” ujar Ikhsan.

Minta Peserta Hormati Simbol Negara dan Perbedaan Pendapat

Ikhsan dan pihaknya juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang mengikuti aksi untuk menjaga etika selama menyampaikan aspirasi. Ia menekankan pentingnya menghormati simbol dan institusi negara.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi untuk senantiasa menjaga etika demokrasi, serta menghormati simbol dan institusi negara,” katanya.

Selain itu, Aliansi BEM Persatuan Se-Jakarta Raya meminta agar narasi yang disampaikan dalam aksi tetap proporsional serta tidak mengabaikan keberadaan pandangan berbeda di tengah masyarakat.

“Setiap narasi dan penyampaian aspirasi hendaknya dilakukan secara proporsional dan tetap menghargai perbedaan pandangan lain yang juga hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.