BEM SI Demo di Patung Kuda, Begini Isi 9 Tuntutannya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Demonstrasi yang digelar BEM SI mengkritik rezim Jokowi di Pating Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus pada Jumat (18/10).  Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Demonstrasi yang digelar BEM SI mengkritik rezim Jokowi di Pating Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus pada Jumat (18/10). Foto: Abid Raihan/kumparan

Siang ini, BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar demonstrasi di depan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus pada Jumat (18/10).

Massa aksi pada demonstrasi ini tak begitu banyak. Pantauan kumparan di lokasi, hanya ada sekitar 50-70 mahasiswa yang hadir.

Sampai pukul 17.40 WIB, orator aksi ini masih terus menyerukan kritik-kritiknya pada pemerintahan Jokowi. Setidaknya, ada 9 hal yang mereka kritik, yaitu:

  1. Dinasti Politik

  2. Pelemahan KPK

  3. Matinya demokrasi

  4. Komersialisasi pendidikan

  5. Perusak ekosistem

  6. Konflik agraria

  7. Pelemahan ekonomi

  8. Hilangnya kebebasan sipil

  9. Represivitas aparat

Karena demo ini tak dihadiri massa yang banyak, lalu lintas Jalan Medan Merdeka Barat tak ditutup. Pengendara masih bisa melewati jalan ini.

Walau begitu, lalu lintas sekitar Patung Kuda tetap sedikit tersendat. Lalu lintas terpantau padat merayap, namun tidak lumpuh.

Sejauh ini, tak terlihat adanya kerusuhan maupun bakar-bakaran yang dilakukan oleh para demonstran. Aksi dilakukan dengan tertib.

Namun, terlihat salah satu demonstran mencorat-coret jalanan. Pria itu menulis “penggal kepala raja”.

Demonstrasi yang digelar BEM SI mengkritik rezim Jokowi di Pating Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus pada Jumat (18/10). Foto: Abid Raihan/kumparan

Terlihat juga beberapa poster yang dibawa oleh demonstran. Salah satunya menuntut pengusutan dan penyelesaian kasus HAM berat.

Dua buah banner juga dibentangkan oleh para demonstran di barrier beton. Salah satunya berisi tulisan “End Game Jokowi, Hukum Ditaati, Bukan Diakali”.

Para demonstran belum terlihat memiliki niat untuk balik kanan. Mereka masih terus menuntut agar demonstrasi bisa dilakukan di depan istana negara.