BEM UI Undang Ganjar, Anies, Prabowo Adu Gagasan 14 September

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto. Foto: kumparan

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) telah melayangkan tantangan kepada setiap bacapres yang ada untuk datang ke kampusnya dan beradu gagasan. Kapan kira-kira itu terjadi?

"Hingga hari ini, kami mendapat respons positif dari Ganjar Pranowo, Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto. Berdasarkan pernyataan langsung ataupun melalui para jubirnya, mereka menyatakan siap datang dan beradu gagasan dengan mahasiswa UI," kata ketua BEM UI Melki Sedek Huang kepada wartawan, Rabu (23/8).

Melki menyebut, BEM UI akan menggelar program adu gagasan tiap capres pada 14 September mendatang.

"Kami mengundang seluruh anak-anak muda, mahasiswa, dan berbagai elemen masyarakat lainnya untuk datang dan melihat ide-ide besar tiap calon pemimpin kita untuk masa depan bangsa," ujarnya.

Lebih jauh, Melki menuturkan, undangan resmi akan dikirimkan pihaknya mulai besok kepada tiap bacapres. Baik itu Ganjar, Anies, maupun Prabowo.

"Kami akan tunggu respons lanjutan dan keberanian dari tiap kalian untuk beradu gagasan di depan kami semua," tandas dia.

Sebelumnya, undangan debat ini diberikan BEM UI setelah Mahkamah Konstitusi mengizinkan institusi pendidikan mengundang para calon presiden dengan catatan tidak menggunakan atribut dan alat peraga.

Melki pun memanfaatkan celah ini dengan langsung memberikan undangan terbuka kepada para bacapres yang selama ini namanya beredar.

"Jika memang punya nyali, BEM UI mengundang semua calon presiden/bakal calon presiden untuk hadir ke UI karena kami siap untuk menguliti semua isi pikiran kalian. Kami siap menyampaikan aspirasi kami dan mendebat seluruh argumen kalian jika perlu," ungkap Melki.

"Kami tak mau masa depan bangsa ini digantungkan pada calon pemimpin yang hanya berfokus pada kampanye, pencitraan, dan lip service tak bermutu. Kami butuh pemimpin yang cerdas dan berpihak untuk rakyat banyak," tutupnya.