BEM Unud Dukung BEM UI: Mayoritas Masyarakat Setuju Substansi yang Disampaikan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Universitas Indonesia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Universitas Indonesia. Foto: Shutter Stock

BEM Universitas Udayana (Unud) Bali mendukung kritik BEM UI yang disampaikan lewat akun Instagram @bemui_official terhadap Presiden Jokowi. BEM UI menyebut Jokowi king of lip service.

Wakil Menteri Kebijakan Nasional BEM Unud Riski Dimastio mengatakan, kritik tersebut lahir dari hasil kajian akademis yang dilakukan oleh mahasiswa. Ia menilai ada proses kajian komperhensif di balik aksi tersebut.

"Konten yang disajikan oleh BEM UI merupakan hasil pemikiran kritis yang berbasis data dan ilmiah, terdapat kajian komprehensif di setiap isunya. Dan mayoritas masyarakat setuju terkait subtansi yang di gulirkan bahwa Jokowi cenderung plin-plan antara pernyataannya dan kebijakan yang ada," kata dia saat dihubungi, Senin (28/6).

Contoh plin-plan tersebut adalah represi aparat terhadap mahasiswa saat menyampaikan pendapat, pembungkaman kebebasan berpendapat melalui pasal karet UU UTE, dan pelemahan KPK.

"Sehingga sudah sudah semestinya mahasiswa menyampaikan kritik tersebut dengan caranya sendiri, tidak ada yang salah dengan itu," kata dia.

Ilustrasi Universitas Indonesia. Foto: Wikimedia

Riski mengatakan, sikap rektorat lah yang memanggil BEM UI yang bermasalah. Ia menilai itu adalah upaya pemberangusan kebebasan berpendapat. Pemanggilan tersebut sekaligus menandakan matinya demokrasi di kampus dan di muka publik.

"Yang salah dan patut dipertanyakan adalah sikap dari rektorat UI yang memanggil BEM UI pada hari Minggu kemarin. Hal ini menegaskan bahwa aktor pemberangusan kebebasan berpendapat bukan hanya negara, tetapi juga datang dari kampus. Padahal, kampus seharusnya menjadi tempat yang netral dan ruang kritis bagi kebebasan akademik," kata dia.

Selain itu, Riski menilai peretasan akun media sosial pengurus BEM UI tak patut dilakukan. Tindakan tersebut membuktikan kebebasan berpendapat semakin dikerdilkan.

"Belum lagi, serangan buzzer di akun media sosial BEM UI maupun Leon selaku ketua BEM UI. Beberapa waktu lalu juga mendapat kabar bahwa kawan2 BEM UI juga mendapatkan serangan digital berupa percobaan peretasan. Hal ini mengindikasikan bahwa kebebasan sipil semakin dikerdilkan oleh negara dan demokrasi sedang berada di ujung tanduk," ujar dia.

Presiden Jokowi meninjau vaksinasi di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Sabtu (26/6). Foto: Dok. Istimewa

Ia berharap seluruh warga di Indonesia bersolidaritas untuk melawan kebijakan yang bermasalah.

"Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk melawan dan bersolidaritas, agar pemerintah tidak mengarah ke mengarah ke otoritarianisme," kata dia.

***

Saksikan video menarik di bawah ini: