Benarkah Budi Arie Disiapkan Jadi Ketum PSI?
ยทwaktu baca 4 menit

Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengungkap akan mengembalikan kursi Ketum PSI kepada pemilik aslinya. Hal itu diungkap Giring dalam video singkat yang ia bagikan dalam akun instagramnya pada (8/8).
"Jadi sudah saatnya mengembalikan partai ini ke tangan pemilik aslinya," ucap Giring dikutip Selasa (15/8).
Dalam video itu, terlihat ada cuplikan Presiden Jokowi saat menghadiri HUT PSI. Jokowi meneriakkan kata 'PSI, menang pasti menang'.
Giring tak menampik dalam beberapa hari terakhir terjadi banyak keriuhan dalam dunia politik. Terutama setelah Ketua Umum Gerindra menemui DPP PSI di Tanah Abang, Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (2/8).
"Menjelang Pemilu ya, biasa seperti ini,"
Giring menuturkan, dirinya baru saja berulang tahun ke-40. Ia menyebut, ia mendapat banyak doa dari keluarga hingga fans. Dirinya juga merenung tentang apa arti hidup.
Eks vokalis Nidji ini lantas menyinggung cuplikan dalam manga Naruto ketika Shikamaru bermain Shogi dengan gurunya Asuma. Kala itu, mereka membahas siapa yang harus dilindungi. Dari sana, disebut raja sebenarnya adalah generasi muda.
"Dan inilah yang harus kita lindungi walaupun kita harus mengorbankan nyawa kita," ucap dia.
Giring menjelaskan, PSI sebuah wadah yang disiapkan untuk melindungi dan memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk berkiprah dalam politik.
"Jadi alasan PSI tetap berpegang teguh kepada prinsip anti mahar dan egallitar itu tujuannya untuk memberikan jalan kepada siapa pun yang ingin berpartisipatif dalam perpolitikan. Jadi ini kalau dipikir-pikir, sesuatu yang sulit ditemukan di partai lain," kata Giring.
Giring menyebut, dirinya siap bertempur mati-matian agar menjaga PSI tetap ada.
"Dan bila memungkinkan, gue tidak masalah untuk meletakkan dan menyerahkan mandat gue sebagai Ketum PSI kembali kepada para dewan pembina dan menyerahkan segala keputusan kepada mereka," kata dia.
Penjelasan Giring
Giring Ganesha buka suara perihal pernyataannya yang seolah-olah memberi kode bahwa dirinya akan mundur dari Ketum PSI. Ia menjelaskan, dirinya hanya akan menjabat Ketua Umum PSI selama 1 periode saja.
"Jadi gini, saya akan menjalankan tradisi yang sedang ditetapkan oleh PSI, yaitu ketua umum hanya 1 periode, iya kan? Itu tradisi yang harus kita jaga terus menerus," ujar Giring saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta, Selasa (15/8).
Giring menjelaskan, dirinya ingin mengembalikan posisi Ketum PSI ke padaanak muda untuk membuka kesempatan kepada mereka untuk masuk ke politik.
Dia menyinggung stigma politik yang apa-apa membutuhkan mahar hingga biaya kampanye mahal. Giring menegaskan ingin membuat anak muda tidak ragu terjun ke dunia politik.
"Nah makanya kita di sini membuka. Terbukti kita telah berhasil di 2019. Ada sopir ojol jadi anggota dewan, ada mantan satpam jadi anggota dewan, ada dulu anak seorang pemulung jadi anggota dewan, iya kan? Dan itu membuktikan semua orang punya kesempatan yang sama seperti Pak Jokowi," tuturnya.
Giring mengatakan, mengingat dirinya sebentar lagi akan lengser dari kursi Ketum PSI, maka sudah saatnya posisi tersebut dikembalikan ke anak muda.
Budi Arie Disiapkan Jadi Ketum PSI?
Sementara Waketum PSI, Andy Budiman, tidak menjawab secara rinci mengenai kans Ketum Projo, Budi Arie menjadi ketum PSI menggantikan Giring. Ia menjelaskan kepemimpinan Giring masih lama.
"Iya masih lama [Masa periode Giring Ketum PSI]," ujarnya.
Adapun, baliho dengan foto wajah ketum projo, Budi Arie yang bertuliskan " PSI itu Projo" muncul di beberapa ruas jalan. Baliho itu disebut-sebut sebagai sinyal bahwa Budi Arie sedang disiapkan menjadi Ketua Umum PSI.
Namun, sebelum munculnya baliho PSI itu Projo, PSI sudah bertemu dengan Budi Arie. Mereka bertemu di kantor Projo, Jakarta Selatan, Kamis (10/8).
Pria yang kini menjabat Menkominfo ini menjawab pertemuan dengan DPP PSI ini membahas dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai bacapres 2024.
Budi menyebut, dirinya menyerahkan kepada publik untuk menerjemahkan maksud pertemuan Projo dengan PSI.
"Ya kalau mau dihubung-hubungi ya hubungi saja (dengan Prabowo). Semua enggak apa-apa. Biasa ya kan orang politik. Enggak apa-apa. Karena dalam politik ini antara kabar, info, analisis beda-beda itu. Jadi terserah sajalah," kata Budi.
"Kalau mau bilang ada sambung (dengan Prabowo) bagus. Kalau enggak ada ya enggak apa. Yang namanya silaturahmi politik hubungan Projo dan PSI main erat makin mesra. Kan bagus dong. Kalau hubungan anak bangsa makin mesra makin bersatu ya" lanjutnya.
