Benarkah Puan Temui Jokowi untuk Izin Nyapres?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani di Persemaian Mentawir, Rabu (22/6/2022). Foto: Arifin Asydhad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani di Persemaian Mentawir, Rabu (22/6/2022). Foto: Arifin Asydhad/kumparan

Ada isu liar terkait kesepakatan Presiden Jokowi dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Puan disebut-sebut menghadap Jokowi pada awal 2022 lalu. Puan bermaksud meminta izin untuk maju di 2024.

Dan kabarnya, di pertemuan di istana itu, Jokowi disebut-sebut memberi lampu hijau bagi Puan untuk nyapres di 2024 apabila elektabilitasnya mencapai 12% di lembaga survei.

Politikus PDIP Masinton Pasaribu angkat bicara soal isu itu. Masinton membantah hal tersebut. Adapun menurutnya, survei hanya potret.

"Ya survei jalan saja, kalau survei itu kan cuma potret saja. Cuma potret saat ini, ke depan kan politik itu sangat dinamis," kata Masinton kepada wartawan di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

"Belum, belum [dengar ada kesepakatan]. Survei potret aja," imbuh dia.

Terkait kedekatan Jokowi dan Puan beberapa waktu terakhir, Masinton pun menilai ini dalam kapasitas kenegaraan. Yakni dalam kapasitas presiden dan Ketua DPR.

"Relasi Mba Puan dengan Pak Jokowi baik-baik aja. Ketika beberapa kali beliau kunjungan [bersama], dalam kapasitas presiden dan Ketua DPR. Strategis negara. Karena anggaran dibahas pemerintah-DPR. Begitu pun proyek IKN. Itu relasi kerja yang sebelumnya pun sudah terjalin," terangnya.

Di satu sisi, Masinton tak menutup kans Jokowi akan mendukung Puan dalam berbagai hal, termasuk nyapres. Sebab ia mengingatkan, Jokowi dan Puan sama-sama kader PDIP.

"Kalau secara personal, dukung mendukung, prinsipnya wong kandangnya sama pasti dukung mendukung. Kita biasa teman aja walau beda partai saling support," ujarnya.

"Tapi kalau pilpres kan PDIP punya keorganisasian, ya Bu Mega enggak terburu-buru [umumkan] tahun ini. Toh, pendaftaran masih lama. Ya dinamika orang bicara kepemimpinan, presiden, sah-sah aja," pungkas dia.