Bencana Tak Kenal Libur, Doni Monardo Tinjau Lokasi Banjir Bandang Flores Timur

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNPB Doni Monardo saat sambangi posko pengungsian di Jati Asih, Bekasi. Foto: Irfan Adi Saputra
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Doni Monardo saat sambangi posko pengungsian di Jati Asih, Bekasi. Foto: Irfan Adi Saputra

"Bencana tidak mengenal hari libur". Kalimat itu yang acap diucapkan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo dalam upaya penanggulangan bencana. Makna yang tersirat bahwa petugas kebencanaan harus senantiasa siaga.

Termasuk Doni Monardo yang kerap melakukan perjalanan maraton ke berbagai lokasi bencana alam di daerah atas upaya penanggulangan bencana. Senin (5/4) pagi, Doni Monardo dan rombongan BNPB bertolak ke NTT, untuk meninjau kondisi usai banjir bandang.

“Ini bukan kejadian pertama, di mana kami harus melakukan perjalanan maraton satu daerah ke daerah lain. Setelah kembali ke Jakarta, tak lama berselang harus bertolak lagi ke lokasi bencana yang baru. Nah, itu yang terjadi pagi ini,” ujar Tenaga Ahli BNPB, Egy Massadiah, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (5/4/2021) jelang take off ke Maumere, NTT.

Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo. Foto: BNPB

Egy mengatakan, Doni Monardo dan rombongan BNPB baru saja melakukan serangkaian kunjungan terkait kebencanaan dan penanganan COVID-19, sejak Selasa (30/3) hingga Sabtu (3/4). Mulai dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berlanjut ke Mamuju, dan Palu. Kemudian ke Surabaya lanjut Bali.

"Sabtu kembali ke Jakarta, Minggu malam stand by di Halim untuk bertolak meninjau banjir bandang di Pulau Adonara, Flores Timur, NTT,” ujar Egy.

Awalnya, rombongan akan berangkat ke NTT pada Minggu (4/4) malam namun ditunda hingga Senin pagi. “Berhubung cuaca semalam di lokasi tujuan tidak memungkinkan, perjalanan diundur menjadi pagi ini, pukul 05.00 WIB,” jelas Egy.

Turut serta dalam rombongan pagi ini adalah Wagub NTT Josep Nae Soi, anggota DPD RI Yorrys Raweyai dan Angelius Wake Koko.

Seorang warga menyaksikan banjir bandang yang merusak permukiman di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu (4/4). Foto: BPBD Flores Timur/HO/ANTARA FOTO

Banjir bandang telah menerjang dua desa di Flores Timur pada Minggu (4/4) pukul 01.00 WITA. Selain itu beberapa wilayah lain di NTT juga mengalami hal serupa.

Banjir bandang yang dipicu intensitas hujan tinggi itu, menerjang sejumlah desa di NTT, antara lain Desa Nelelamadike di Kecamatan Ile Boleng, Kelurahan Waiwerang, Desa Waiburak di Kecamatan Adonara Timur, Desa Oyang Barang dan Pandai di Kecamatan Wotan Ulumado, serta Desa Waiwadan dan Duwanur di Kecamatan Adonara Barat.

kumparan post embed