Bendahara dan 2 Perakit Bom di Polrestabes Medan Ditangkap

18 November 2019 19:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11). Foto: Kevin S. Kurnianto/kumparan
ADVERTISEMENT
Perburuan jaringan teroris dari aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) terus berlanjut. Terbaru, polisi menangkap 3 orang yang berperan penting dalam kelompok tersebut, salah satunya adalah bendahara.
ADVERTISEMENT
"Hari ini ada tiga orang jaringan yang berhasil kami tangkap berinisial C, bendahara dari kelompok ini. Kemudian B dan HI," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Deli Serdang, Sumut, Senin (18/11).
Sedangkan, B dan HI berperan sebagai perakit bom. "Kalau saya melihat dari interogasi singkat yang disampaikan Densus 88 bahwa yang B dengan HI ini memiliki kemampuan merangkai bom," ujarnya.
Polisi mensterilkan Jalan Tambak Lingkungan 20 Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
Agus menyebut B dan HI sedianya akan bertemu dengan 3 teroris yang ditembak mati polisi di Hamparan Perak, Deli Serdang, pada Sabtu (16/11). Ketiganya tewas di tangan polisi karena berupaya melawan saat akan ditangkap.
Gubuk yang diduga dijadikan tempat perakitan bom. Foto: Rahmat Utomo/kumparan
B dan HI ditangkap di daerah Belawan, Medan. Sedangkan, C diserahkan oleh Kepala Lingkungan (Kepling) setempat kepada polisi. Agus belum mengetahui bagaimana aliran dana jaringan tersebut.
ADVERTISEMENT
"Hari ini baru kita terima penyerahan dari Kepling, nanti hasil penyelidikan baru kita ketahui dari mana sumbernya, bagaimana mekanisme kegiatan dari jaringan. Karena ada bendahara pasti ada lalu lintas keluar masuknya uang," katanya.