Benny K Harman: Sulit Terima Survei Polri, Enggak Nyambung Sama Kenyataan
·waktu baca 2 menit

Anggota Komisi III DPR, Benny K Harman, menanggapi hasil survei terbaru Litbang Kompas yang menempatkan Polri sebagai salah satu lembaga dengan tingkat kepuasan tertinggi. Polri hanya berada satu tingkat di bawah TNI yang menempati posisi puncak.
Benny menilai, sulit baginya menerima hasil survei tersebut. Sebab menurutnya hal ini sangat bertolak belakang dengan kenyataan dengan berbagai masalah yang di tubuh Polri belakangan ini.
“Seolah-olah tidak nyambung. Jangan-jangan survei itu bukan rakyat yang nyata tapi rakyat yang fiktif,” kata Benny kepada wartawan di kawasan DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/6).
“Yang saya maksudkan itu, ini kekhawatiran saya saja, hasil survei itu tidak mengungkapkan kenyataan yang sebenarnya,” imbuhnya.
Selain itu, Ketua Fraksi Demokrat itu juga menilai tingginya angka kepuasan terhadap Polri itu juga tergantung pada siapa responden pada survei tersebut. Misalnya saja, lanjut dia, jika respondennya adalah penerima bansos, mungkin mereka cenderung akan merasa puas karena bansos juga dibagikan oleh instansi Polri.
"Begitu yang menerima bansos itu ditanya ya puas lah, ya kan? Apalagi bansos sekarang kan melalui polisi juga. Polisi juga tukang bagi-bagi bansos di mana-mana, kan? Ini yang saya bilang anomali. Sehingga kita sulit sekali untuk mendapatkan potret, gambaran yang nyata tentang situasi dan kondisi masyarakat kita,” lanjutnya.
Belakangan, kinerja Polri kembali disorot. Misalnya saja dalam kasus pembunuhan Vina dan pacarnya, Eky, di Cirebon oleh sekelompok anggota geng motor.
Padahal kasus ini terjadi pada 2016 lalu, namun hingga saat ini masih meninggalkan misteri.
Dari hasil jejak pendapat yang dilakukan Kompas pada 27 Mei - 2 Juni 2024, Polri mendapat angka kepuasan sebesar 73,1%, buruk atau tidak puas 22,5%, sementara sisanya tidak tahu.
Berikut rincian citra lembaga hukum di mata masyarakat berdasarkan survei Litbang Kompas:
TNI
Baik 89,4%
Tidak tahu 7,3%
Buruk 2,9%
Polri
Baik 73,1%
Tidak tahu 4,4%
Buruk 22,5%
DPD
Baik 68,6%
Tidak tahu 15,7%
Buruk 15,7%
Kejaksaan
Baik 68,1%
Tidak tahu 20%
Buruk 11,9%
Mahkamah Agung (MA)
Baik 64,8%
Tidak tahu 18,7%
Buruk 16,5%
DPR
Baik 62,6%
Tidak tahu 8,9%
Buruk 28,5%
Mahkamah Konstitusi (MK)
Baik 61,4%
Tidak tahu 19,3%
Buruk 19,3%
KPK
Baik 56,1%
Tidak tahu 10,5%
Buruk 33,4%
