Bentrok di Simalungun: 5 Orang Luka Berat
·waktu baca 2 menit

Bentrokan terjadi di areal konsesi PT Toba Pulp Lestari (TPL) di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Simalungun, Senin (22/9).
Direktur PT TPL, Jandres Halomoan Silalahi, menyebut bentrokan dipicu oleh sekelompok orang yang diduga provokator. “Peristiwa ini diduga sudah direncanakan sebelumnya oleh sekelompok orang yang tidak dikenal,” katanya dalam konferensi pers di Medan, Selasa (23/9).
Menurut Jandres, konflik bermula sekitar pukul 08.25 WIB ketika puluhan orang menghadang karyawan yang hendak bekerja. Upaya negosiasi tidak berhasil, hingga mereka melarang aktivitas pemanenan dan penanaman.
Tak lama kemudian, kelompok itu kembali dengan membawa tongkat kayu berduri, batu, dan bom molotov. Sekitar pukul 08.52 WIB mereka menyerang karyawan dan tim keamanan.
Puncaknya, pada pukul 09.29 hingga 09.58 WIB, aksi anarkis berupa pelemparan batu dan pemukulan terjadi, mengakibatkan lima pekerja (satu perempuan, empat laki-laki) luka berat.
Perusahaan juga mengalami kerugian materi, termasuk satu mobil patroli dan satu truk pemadam kebakaran yang dibakar.
“Perusakan ini diduga dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan LSM dan menolak kerja sama dengan perusahaan,” jelas Jandres.
PT TPL melaporkan kejadian itu ke Polres Simalungun. “Kami tidak menginginkan konflik ini berlarut. Perseroan ingin beroperasi dengan damai,” tegas Jandres.
Kata Polisi
Sementara itu, Subbag Humas Polres Simalungun, Joe Harahap, membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, konflik dipicu sengketa tanah yang sudah lama berlangsung.
“Warga mengklaim lahan itu sebagai tanah ulayat, sementara perusahaan menyebutnya sebagai HGU. Perselisihan ini yang jadi akar masalah,” ujar Joe.
