Bentrok Dua Perguruan Silat di Sukoharjo, 24 Rumah Warga Rusak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dua perguruan silat yang terlibat bentrok di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah saat menghadiri mediasi di Polres Sukoharjo. Foto: Dok. Polres Sukoharjo
zoom-in-whitePerbesar
Dua perguruan silat yang terlibat bentrok di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah saat menghadiri mediasi di Polres Sukoharjo. Foto: Dok. Polres Sukoharjo

Bentrokan antara dua perguruan silat, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan PSNU Pagar Nusa, terjadi di Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (7/9) dini hari. Akibat peristiwa itu, 24 rumah warga mengalami kerusakan.

Bentrokan ini bermula dari kegiatan pembaiatan warga PSNU Pagar Nusa sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu hingga Minggu (5–6 September 2026).

Kemudian, pada Minggu (6/9) pukul 04.26 WIB, rumah milik warga PSHT berinisial MIRS dirusak setelah kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pembaiatan warga PSNU Pagar Nusa Cabang Sukoharjo 2026.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi saat memberikan bantuan kepada 24 warga yang menjadi korban bentrokan dua perguruan silat. Foto: Dok. Polres Sukoharjo

Kasus perusakan rumah tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Sukoharjo sekitar pukul 17.20 WIB. Pada hari yang sama sekitar pukul 22.00 WIB, sekitar 200 anggota PSHT mendatangi Mapolsek Polokarto untuk menanyakan perkembangan kasus tersebut.

Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB, massa PSHT meninggalkan Mapolsek Polokarto. Namun, saat berada di Desa Mranggen, massa diduga dilempari batu oleh orang tak dikenal.

Pada saat bersamaan, massa Pagar Nusa juga melintas di wilayah Desa Mranggen. Bentrokan kemudian pecah, tetapi berhasil diredam oleh polisi.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi mengatakan, kasus tersebut telah diselesaikan secara damai. Polisi bersama TNI dan pemerintah daerah telah memediasi dua perguruan silat, PSHT dan PSNU Pagar Nusa, yang terlibat bentrokan pada Senin (7/9) dini hari.

"Sudah kami mediasi, sudah damai," ujar Anggaito kepada kumparan, Rabu (9/9).

Ia menyebut, dalam bentrokan tersebut terdapat 24 rumah warga yang mengalami kerusakan. Polres Sukoharjo pun telah memberikan bantuan kepada para korban.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi saat memberikan bantuan kepada 24 warga yang menjadi korban bentrokan dua perguruan silat. Foto: Dok. Polres Sukoharjo

"Sebanyak 24 KK yang terdampak telah terdata dan menerima bantuan dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp 10 juta. Kami juga memberikan trauma healing bagi para wanita dan anak-anak," imbuh dia.

Ia menyebut, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian Polres Sukoharjo kepada warga yang mengalami kerusakan maupun kehilangan aset akibat bentrokan.

"Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Polokarto," tegas dia.

Anggaito juga mengatakan proses penegakan hukum tetap berjalan. Sejumlah orang telah diamankan dan saat ini diproses secara hukum oleh Polres Sukoharjo terkait peristiwa tersebut.

"Prosesnya tetap yaitu upaya kami dari Reskrim melakukan penegakan hukum, namun demikian di Reskrim juga ada restorative justice, dan yang terpenting saat ini kita ingin rehabilitasi terlebih dahulu," tegas Anggaito.

Namun, yang terpenting, ia meminta seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat.

"Harapannya tidak ada setelah ini kegiatan-kegiatan yang bersifat mengganggu kondusivitas kamtibmas," kata Anggaito.