Bentrokan di Jalur Gaza Memakan Korban Pertama

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto Donald Trump dibakar. (Foto: AP Photo/Heri Juanda)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Donald Trump dibakar. (Foto: AP Photo/Heri Juanda)

Protes terhadap pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem yang dilakukan oleh masyarakat Palestina di jalur Gaza memakan korban pertama.

Dikutip dari Associated Press, seorang demonstran dari pihak Palestina tewas di tangan pasukan Israel. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan Palestina yang melaporkan, korban yang bernama Mohammed Al-Masri meninggal pada hari ini, Jumat (8/12) akibat bentrokan yang terjadi di daerah selatan Gaza. Selain memakan korban meninggal, Insiden tersebut pun melukai lebih dari 35 orang demonstran, dua di antaranya dinyatakan mengalami luka serius.

Bentrokan tersebut merupakan insiden pertama yang menelan korban jiwa sejak protes yang dilakukan oleh masyarakat Palestina setelah Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Bendera AS dan bendera Israel di Yerusalem. (Foto: AFP/Ahmad Gharabli)
zoom-in-whitePerbesar
Bendera AS dan bendera Israel di Yerusalem. (Foto: AFP/Ahmad Gharabli)

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan, selama bentrokan yang terjadi di perbatasan Gaza, mereka diperintahkan untuk memukul mundur para demonstran tersebut.

Gerakan protes di jalur Gaza merupakan respons dari keputusan berani Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar AS dari Tel aviv ke Yerusalem.

Bukan hanya di jalur Gaza saja, protes pun muncul di Turki pada Kamis (7/12). Masyarakat Turki melakukan demonstrasi di depan Kedubes AS sebagai bentuk penolakan terhadap keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Tak hanya Turki, Hamas pun mendeklarasikan bahwa akan melakukan 'Intifada' jilid tiga sebagai respons atas pemindahan itersebut. Seruan ini disampaikan oleh Pemimpim Hamas, Ismail Haniya, Kamis (7/12).