Bentrokan Polisi Israel dan Warga Palestina Terus Berlanjut, 290 Orang Terluka

Bentrokan polisi Israel dan warga Palestina di Kompleks Masjid Al Aqsa pada Jumat (7/5) lalu terus berlanjut. Akibat bentrokan itu, hampir 300 orang terluka.
Pada Sabtu (8/5), polisi Israel menembakkan water cannon dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa Palestina di Yerusalem timur.
Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan tambahan 90 warga Palestina yang terluka pada Sabtu dari sebelumnya 200 orang. Sehingga total hampir 300 orang terluka akibat bentrokan itu.
Jurnalis AFP di Yerusalem mengatakan polisi anti huru hara Israel telah menembakkan peluru karet, granat kejut, dan water cannon ke warga Palestina. Beberapa di antara warga Palestina membalas serangan dengan melemparkan proyektil dan melukai polisi.
"Seorang petugas mengalami cedera kepala," kata polisi Israel.
Sejauh ini, warga Palestina terus menyerukan protes setiap malam di Sheikh Jarrah, melawan upaya Israel untuk menggusur tanah mereka. Warga meneriakkan dan melempar batu ke arah polisi sambil melambaikan bendera Palestina.
Bentrokan terjadi akibat murka warga Palestina terhadap keputusan Mahkamah Agung Israel soal penggusuran sejumlah rumah di Yerusalem Timur. Ribuan warga Palestina mendatangi bukit di sekitar kompleks Al Aqsa untuk salat dan menetap sementara untuk melakukan aksi demonstrasi.
"Jika kita tidak mendukung kelompok orang di sini, [penggusuran] akan terus berlangsung," kata Bashar Mahmoud (23), warga Palestina kepada Reuters.
Hingga kini, bentrokan terus terjadi hampir di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.
