Pria Asgar yang Berani Memegang Kepala SBY

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
16
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

instagram embed

Nama Agus Wahidin (48) mungkin tak banyak dikenal orang, tapi siapa sangka Agus sosok yang cukup penting bagi mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Agus disebut Ani Yudhoyono, sebagai orang paling berani memegang kepala suaminya.

“Bapak dari Garut inilah yang paling berani pegang kepala SBY,” ucap Ani Yudhoyono dalam akun instagramnya @aniyudhoyono, Sabtu (24/12/2016).

Agus adalah tukang cukur pribadi SBY. Seperti tampak dalam foto instagram Ani Yudhoyono, Agus yang berpakaian batik cokelat, tampak serius namun hati-hati memangkas rambut Presiden RI ke-6 itu.

kumparan lalu mencari tahu sosok Agus yang disebut dalam postingan Bu Ani itu, untuk bercerita tentang pengalaman bekerja yang tak dialami semua tukang cukur itu.

Informasi tentang keberadaan Agus mula-mula diketahui bahwa pria asal Garut itu bekerja di Paxi Barbershop, di Plaza Senayan, Jakarta. Saat dikunjungi kumparan pada Senin (26/12/2016), Agus ternyata sudah tak lagi bekerja di sana.

Sebuah artikel lalu menjelaskan bahwa Agus kini pindah bekerja di sebuah tempat cukur di Jalan Raya Hankam, Bekasi. Nama tempatnya Pangkas Rambut Tiara II. Saat disambangi, pegawai di sana menyebut Agus juga sudah pindah ke tempat lain, yaitu Pangkas Rambut Tiara yang berjarak sekitar 100 meter dari situ.

Di pangkas rambut itulah baru diketahui keberadaan Agus. Hanya saja siang itu Agus sedang keluar. “Hubungi aja mas,” ucap seorang pegawai memberikan nomor seluler Agus. Di ujung telepon, Agus mengatakan bersedia ditemui di tempat pemancingan tak jauh dari lokasi.

Pemancingan TIU namanya. Di situ Agus tampak sedang duduk santai di pinggir kolam mengenakan topi merah, kaos putih, dan bersandal jepit. Tanpa basa-basi, Agus bercerita tentang pekerjaannya itu kepada kumparan.

Agus Wahidin (48) pencukur rambut SBY. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

"Sampai sekarang sekitar dua sampai tiga minggu sekali saya diminta Pak SBY ke Cikeas, dia minta dipotong rambutnya. Saya juga sering dipanggil ke istana dulu. Sampai sekarang Agus Harimurti dan Ibas juga kadang-kadang minta cukur ke saya," kata Agus memulai ceritanya sambil melempar joran pancing.

Agus menuturkan, pengalamannya menjadi tukang cukur hanya bermodal nekat dan pengetahuan tentang mencukur dari teman-teman sekampungnya di Garut, yang sukses membuka bisnis cukur rambut keliling sejak 1988 silam.

"Dulu mah keliling ke komplek-komplek, ke Pondok Indah, ke Lebak Bulus, sampai sekarang punya usaha cukur sendiri dan gabungan dengan teman. Ya, sudah merasakan asam garam dunia cukur rambut lah," ujar santai terkekeh kecil.

Awalnya, Agus tak menduga akan dipanggil sebagai pemangkas rambut SBY. Hal itu berawal dari obrolan candanya bersama salah satu mantan tim sukses SBY pada tahun 2004, Irfan Edison. Saat itu Agus ditawari menggantikan tukang potong rambut SBY yang jatuh sakit.

"Saya siap lahir batin mas Irfan kalau disuruh mencukur Bapak SBY," kenang Agus saat mendapat tawaran itu. Namun tukang cukur SBY sebelumnya ternyata bersedia masuk. ‘Wah, tapi sudah ada orangnya Mas Agus,” lanjut Agus menirukan ucapan Irfan.

Dua bulan kemudian, tiba-tiba Agus ditelepon oleh sekretaris pribadi Presiden SBY, Kemal Munawar dan Suripto. Mereka meminta Agar agar datang ke istana untuk mencukur rambut SBY pukul 16.00 WIB.

Tukang cukur memangkas rambut SBY. (Foto: Dok. Instagram @aniyudhoyono)

"Pada waktu itu jujur saya tidak percaya mas. Saya langsung dijemput waktu itu pukul 15.00 WIB sore dari Paxi, Plaza Senayan, tempat cukur rambut saya bekerja dulu dan langsung menuju istana," jelasnya.

"Pertama motong sih biasa saja mas, kaget juga tiba-tiba ditelepon. Kemudian dijemput dan diantar ke istana bersama Pak Suripto," lanjut Agus. Tak diduga, selesai Agus memotong rambut Presiden RI ke-6 tersebut, Ibu Ani menghampirinya dan berkata, "Mas Agus, besok bapak dipotong model seperti ini lagi ya," kenang Agus sumringah.

"Kaget, habis itu tiga minggu kemudian saya dipanggil lagi. Waktu itu ke Cikeas bukan ke Istana Negara. Saya diminta mencukur rambut SBY lagi,” lanjut Agus.

"Saya juga tak berharap akan terus dipakai juga. Pertama yang terbesit dalam pikiran saya pada waktu itu, semoga tukang cukur rambut sebelumnya cepat sembuh dari sakit yang dideritanya. Saya kemudian tak segera yakin bahwa seterusnya pasti saya akan dipanggil lagi. Saya hanya menganggap ini anugerah dari Allah," tambah Agus lagi sambil memantik api rokok.

Foto Agus Wahidin saat mencukur SBY. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Model Rambut SBY

"Pak Agus, saya minta sedikit dipendekkan lagi ya," ujar Agus seraya mengikuti ucapan SBY waktu itu.

Agus menyebut SBY tak menuntut banyak perihal model rambut. Namun bagaimanapun dia harus memberikan yang terbaik agar penampilan SBY sesuai dengan yang diharapkan.

"Bapak minta di-stik dan dirapikan biasa saja. Namun dari situ saya imbangi lagi dengan bentuk wajah dan postur tubuh beliau, karena kan mencukur rambut itu tak hanya sekedar potong sana sini. Harus ada seninya, apalagi untuk ukuran Presiden RI kala itu. Saya ingin yang terbaik juga buat bapak. Jangan sampai bapak kemudian tak enak dipandang, itu yang berkali-kali saya tekankan pada diri saya," kenangnya.

Agus sering memberi konsultasi singkat seputar model rambut yang sesuai kepada SBY. Agus juga mengaku tak sungkan memberi masukan kepada SBY, tentu setelah memohon izin dulu.

"Saya juga tetap menawarkan berbagai model yang cocok untuk bapak, karena saya ingin yang terbaik. Bapak pun orangnya terbuka, ketika bapak ingin model potongan rambut yang sekiranya kurang sesuai dengan penampilan dia, saya langsung bilang ke dia bahwa model ini kurang bagus untuk bapak. Saya merasa perlu untuk itu, profesional saja, karena menurut saya kepuasan customer merupakan satu pencapaian saya yang paling tinggi," ujarnya.

Foto Agus Wahidin saat mencukur SBY. (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)

Gunting Rambut Produk Jerman

Ada cerita menarik soal pekerjaan mencukur rambut SBY ini. Bukan saja soal keterampilan, ternyata Agus juga sudah mempersiapkan diri dengan peralatan cukur terbaik.

Agus membeli satu set gunting rambut merek Dovo pabrikan Jerman, dan alat cukur rambut elektrik bermerek Wahl yang dia dapatkan di Pasar Baru senilai hampir Rp 4 juta. Agus membeli kedua ‘alat cukur mewah’ itu setelah dia dipanggil kali kedua untuk mencukur SBY.

"Kepercayaan diri kita lebih kuat kala kita mempercayakan kepada alat yang bagus pula," begitu prinsip Agus.

Lantaran sudah percaya kepada Agus, SBY bahkan pernah memintanya pergi ke Semarang hanya untuk sekedar mencukur dan merapikan rambut. "04.30 WIB pagi saya cukur dan rapihkan rambut bapak untuk upacara di Kelulusan Taruna Akpol tahun 2013. Padat sekali jadwal bapak, dan bapak minta harus rapih, maka dari itu saya langsung dipanggil ke Semarang,” tutur Agus.

Tak hanya SBY, Agus juga pernah mencukur beberapa menteri. Di antaranya Seskan Pramono Anung, Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ke-22 dan 23 yaitu Erman Suparno dan Muhaimin Iskandar. Termasuk juga mencukur pejabat Polri di antaranya mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno.

video youtube embed

"Membangun kepercayaan itu berat sekali, ada harga yang tak bernilai di dalamnya. Dari situ saya berangkat ke kesimpulan, siapapun customer saya, mau itu RI-1, mau itu menteri atau pejabat atau orang biasa sekalipun, merekalah tamu saya. Merekalah yang menjadi raja, mereka harus mendapatkan yang terbaik. Ini kalau kita berbicara profesi,” beber Agus.

Lalu berapa tarif mencukur rambut SBY dan pejabat?

"Ketika saya dipanggil dan diberikan kepercayaan kepada orang-orang penting itu, saya tak secara ekslpisit memberikan tarif yang semena-mena. Harga yang umumnya saja. Kalkulasinya berapa lama dia butuh saya untuk mencukur, dan permintaan saja. Ya, cukuplah untuk makan dan keluarga sehari hari, keikhlasan hati itu membuat hasil pekerjaan saya memuaskan," Agus tersenyum.