Berapa Tarif Per Malam Hotel Bintang 5 Yogya Tempat KPK Raker?

30 Oktober 2021 7:53 WIB
·
waktu baca 3 menit
Hotel bintang 5 Sheraton Mustika di Kabupaten Sleman, DIY yang jadi tempat raker KPK. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hotel bintang 5 Sheraton Mustika di Kabupaten Sleman, DIY yang jadi tempat raker KPK. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Pimpinan KPK bersama sejumlah pejabat eselonnya melakukan rapat kerja (raker) pada 27 hingga 29 Oktober 2021. Raker tersebut digelar di Hotel Bintang 5, Sheraton Mustika, Yogyakarta.
ADVERTISEMENT
Raker mewah tersebut mendapat sejumlah sorotan. Salah satunya datang dari peneliti PUKAT UGM Zaenur Rohman yang mempertanyakan 9 nilai integritas yang salah satunya adalah hidup sederhana.
Sebab, raker ini dinilai tidak menunjukkan nilai sederhana yang merupakan salah satu nilai integritas antikorupsi yang sering dikampanyekan KPK.
Terlebih, rapat ini digelar di saat Indonesia tengah berjuang melawan pandemi. Padahal, KPK disebut mempunya bangunan yang juga bisa digunakan untuk raker.
Hotel bintang 5 yang dipilih untuk raker menjadi sorotan sebab diduga biaya sewanya mahal. Lantas berapa tarif hotel bintang 5 yang dipakai menginap oleh jajaran pejabat KPK itu?
Dikutip dari lama resmi www.marriott.com, untuk harga flexible rate, bermacam-macam tergantung jenis kamar. Termurah ada kamar deluxe Rp 680 ribu per malam; lalu grand deluxe Rp 905 ribu; lagoon access Rp 1.030.000; junior suite Rp 1.230.000; lagoon suite Rp 1.380.000; executive suite Rp 1.580.000; presidential suite Rp 4.680.000; dan royal suite Rp 7,6 juta.
ADVERTISEMENT
Sekjen KPK Cahya H Harefa sempat menyatakan ada 55 orang pegawai KPK yang ikut dalam raker tersebut. Jika diasumsikan semuanya menggunakan kamar tipe deluxe terendah untuk dua hari menginap, artinya mengeluarkan anggaran sekitar Rp 74,8 juta.
Angka tersebut baru untuk menginap, belum termasuk transportasi pesawat dan akomodasi lainnya dalam raker KPK tersebut.
Meski demikian, Cahya menyebut raker KPK itu sudah sesuai dengan Standar Biaya Umum (SBU) di Yogyakarta. Yakni antara Rp 700 sampai Rp 1 juta per orang per paket meeting di Yogya.
Ketua KPK Firli Bahuri mengikuti Raker KPK di Hotel Bintang 5 di Yogyakarta. Foto: KPK
Klaim Raker KPK di Yogyakarta Lebih Hemat
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan raker kali ini jauh lebih murah daripada periode sebelum-sebelumnya. Menurut dia, pada periode sebelumnya, setiap satuan kerja hingga direktorat sering menggelar raker sendiri-sendiri.
ADVERTISEMENT
"Dulu di periode sebelumnya malah bukan organisasi, setiap satuan kerja, biro, direktorat ngadain sendiri-sendiri. Jadi bukan seolah-olah ini hal yang baru di KPK," kata Marwata.
"Nah, sekarang kita satukan jangan setiap biro, setiap direktorat, setiap kedeputian ngadain raker sendiri-sendiri. Kita satukan," bebernya.
Disatukannya rapat dari seluruh biro hingga deputi di KPK inilah yang diklaim Marwata membuat biaya menjadi lebih murah.
"Ya iyalah. Kalau dilihat secara keseluruhan dari biaya pasti lebih hemat," ujarnya.
Dia pun membeberkan bahwa saat ini hotel baik bintang 5 maupun bintang 3 tengah terdampak pandemi. Sehingga anggarannya tidak akan melebihi dari yang sudah ditentukan.
"Demikian juga terhadap tarif hotel tersebut. Jadi tentu saja anggaran yang kita alokasikan dalam kegiatan seperti ini sudah ada dari awal kita susun. Tidak akan melebihi plafon yang sudah ditentukan, pasti itu saya pastikan," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Marwata juga menyebut bahwa raker ini tidak akan mengganggu anggaran operasional untuk kegiatan lain. Termasuk pula kegiatan penindakan.
"Ini betul-betul sudah kita alokasikan dari awal dan saya yakin pasti ada sisa. Karena itu plafonnya sudah dibatasi dan kita tentukan lebih rendah dari yang dianggarkan," pungkasnya.