Berbagai Pertanda Mistis Penemuan Reinkarnasi Dalai Lama

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dalai Lama Foto:  REUTERS/David W Cerny
zoom-in-whitePerbesar
Dalai Lama Foto: REUTERS/David W Cerny

Proses pemilihan Dalai Lama bukanlah keputusan administratif atau pemungutan suara, melainkan sebuah perjalanan spiritual panjang yang dipandu oleh pertanda mistis, visi para lama (biksu tinggi), dan rangkaian tes simbolik.

Tradisi ini telah berlangsung sejak abad ke-14, dimulai dari Dalai Lama pertama, hingga kini dunia menanti penunjukan penerus Dalai Lama ke-14, Tenzin Gyatso, yang kini telah berusia 90 tahun.

Dalai Lama adalah gelar spiritual tertinggi dalam tradisi Buddhisme Tibet, dipercayai sebagai tulku--reinkarnasi dari Avalokiteshvara, Bodhisattva Welas Asih. Setelah Dalai Lama meninggal, diyakini ia akan lahir kembali sebagai seorang anak di lokasi dan waktu yang telah ditandai oleh tanda-tanda spiritual tertentu.

Mengutip laman resmi Dalai Lama, proses dimulai dengan kematian seorang Dalai Lama. Para lama tinggi kemudian melakukan meditasi, menafsirkan mimpi, mengamati arah asap kremasi, dan mencari petunjuk dari Danau Lhamo Latso, sebuah danau suci di Tibet. Di permukaan danau, para biksu kerap melihat bayangan kuil, huruf, atau arah lokasi yang menjadi petunjuk awal di mana reinkarnasi dilahirkan.

Setelah petunjuk geografis mengerucut, para pencari mengunjungi wilayah tersebut dan mencari anak-anak yang lahir sekitar waktu kematian Dalai Lama sebelumnya. Anak-anak ini lalu diuji untuk melihat apakah mereka mengenali benda-benda milik Dalai Lama sebelumnya--seperti tasbih, tongkat, atau mainan.

Jika satu anak menunjukkan ikatan spiritual yang kuat--misalnya mengeklaim benda sebagai miliknya atau menunjukkan karakteristik khas Dalai Lama sebelumnya--ia lalu ditahbiskan dan dibimbing secara ketat untuk menjalani pendidikan agama.

Berikut Daftar Penemuan Dalai Lama Dari Masa ke Masa

Istana Potala di Tibet. Foto: Vladimir Zhoga/Shutterstock

Dalai Lama ke-2 (Gedun Gyatso, 1475–1542)

Ia merupakan Dalai Lama pertama yang ditemukan sebagai reinkarnasi. Ia lahir setahun setelah Dalai Lama pertama wafat. Saat mulai berbicara, ia menyebut namanya Pema Dorjee--nama lahir Dalai Lama pertama--dan ingin tinggal di Biara Tashi Lhunpo, tempat Dalai Lama pertama wafat saat bermeditasi. Ayahnya juga bermimpi diberi nama Gendun Drupa untuk anaknya--nama tahbisan Dalai Lama pertama.

Dalai Lama ke-3 (Sonam Gyatso, 1543–1588)

Dikenali oleh pemuka agama Panchen Sonam Dakpa sejak usia 3 tahun sebagai reinkarnasi Gedun Gyatso. Ia lahir setahun setelah Dalai Lama ke-2 wafat.

Dalai Lama ke-4 (Yonten Gyatso, 1589–1617)

Satu-satunya Dalai Lama yang lahir di Mongolia. Ia adalah keturunan Altan Khan, pemimpin Mongolia. Ia dikenali sebagai reinkarnasi melalui ramalan dan tanda-tanda keberuntungan saat kelahirannya.

Dalai Lama ke-5 (Ngawang Lobsang Gyatso, 1617–1682)

Ditemukan oleh pelayan pribadi Dalai Lama ke-4 yang menyaksikan seorang bocah bernama Chong-Gya mengenali barang-barang Dalai Lama sebelumnya. Penobatannya sempat dirahasiakan karena situasi politik. Ia dikenal sebagai “Dalai Lama Agung” yang menyatukan Tibet dan membangun Istana Potala.

Dalai Lama ke-6 (Tsangyang Gyatso 1682-1706)

Penemuannya tertunda 15 tahun karena Dalai Lama ke-5 meminta kematiannya dirahasiakan. Ia baru diumumkan sebagai Dalai Lama pada usia 15 tahun. Ia merupakan Dalai Lama yang lahir di India dan wafat saat dalam perjalanan ke China.

Potala Palace di Lhasa, Tibet. Foto: Shutter Stock

Dalai Lama ke-7 (Kelsang Gyatso 1708-1757)

Ditemukan dua tahun setelah jasad Dalai Lama ke-6 ditemukan, berdasarkan lagu ramalan yang ditulis pendahulunya. Ia lahir di Tibet.

Dalai Lama ke-8 (Jamphel Gyatso 1758-1804)

Ibunya melihat pelangi menyentuh bahunya saat hamil, dianggap pertanda baik. Ia sering duduk dalam posisi meditasi sejak kecil. Diakui sebagai Dalai Lama oleh Panchen Lama.

Dalai Lama ke-9 (Lungtok Gyatso 1805-1815)

Ditemukan sebagai reinkarnasi pada usia 2 tahun, namun wafat saat usia 9 tahun.

Dalai Lama ke-10 (Tsultrim Gyatso 1816-1837)

Ditahbiskan di usia muda, wafat pada usia 21 tahun akibat kondisi kesehatan yang buruk.

Dalai Lama ke-11 (Khedrup Gyatso 1838-1856)

Ditahbiskan oleh Panchen Lama dan mengambil sumpah biksu pada usia 11 tahun. Meninggal secara tiba-tiba di Istana Potala.

Dalai Lama ke-12 (Trinley Gyatso 1856-1875)

Diakui sebagai Dalai Lama dan ditahbiskan pada usia 5 tahun. Wafat di usia 20 tahun setelah dua tahun menjabat penuh.

Dalai Lama ke-13 (Thupten Gyatso 1876-1933)

Ditemukan berdasarkan ramalan dan pertanda keberuntungan. Dikenal karena reformasi besar-besaran dan melawan intervensi Inggris dan China di Tibet.

Dalai Lama Foto: REUTERS/Claus Bech/Scanpix

Dalai Lama ke-14 (Tenzin Gyatso, 1935–sekarang)

Setelah kematian Dalai Lama ke-13 pada 1933, para pencari menerima tanda dari Danau Lhamo Latso dan mimpi yang mengarah ke timur laut Tibet--tanda kepala jasad yang menoleh ke arah itu dan jamur yang tumbuh di kuilnya yang rimbun di arah itu.

Di sana mereka menemukan Lhamo Thondup, anak berusia 2 tahun di desa Takster, Tibet. Ia berhasil melewati ujian benda-benda lama--mengklaim tasbih dan tongkat doa sebagai miliknya dengan berteriak: 'milikku'. Ia pun resmi diangkat sebagai Dalai Lama pada 1940 dan diberi nama Tenzin Gyatso, yang berarti “Samudra Kebijaksanaan”.