Berbaju Hazmat, Presiden Rusia Vladimir Putin Temui Pasien Positif Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan pakaian Hazmat kuning saat menenui pasien corona di rumah sakit Kommunarka, Moskow, Rusia, Selasa (24/3). Foto: Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan pakaian Hazmat kuning saat menenui pasien corona di rumah sakit Kommunarka, Moskow, Rusia, Selasa (24/3). Foto: Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP

Presiden Rusia, Vladimir Putin, dikenal sebagai pemimpin yang 'berani'. Kali ini, Putin menunjukkan keberaniannya dengan menemui pasien positif corona yang dirawat di RS Pusat Infeksi Kommunarka, Moskow, Selasa (24/3) waktu setempat.

Saat menemui pasien tersebut, Putin mengenakan setelan baju hazmat warna kuning. Ia nampak didampingi Kepala RS Kommunarka, Denis Protsenko.

Dilansir Reuters, Putin memuji para dokter di RS Kommunarka atas tugas mereka dalam menangani pasien COVID-19. Diketahui berdasarkan data terkini, jumlah pasien positif corona di Rusia sebanyak 495 kasus virus, di mana 1 pasien di antaranya meninggal dunia.

Namun menurut Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, jumlah tersebut kemungkinan bukan kenyataan sebenarnya. Sobyanin yang juga Kepala Satgas COVID-19 di Dewan Negara Rusia, menilai jumlah kasus positif di negaranya kemungkinan lebih besar dari itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) sedang menggunakan sarung tanagn di rumah sakit Kommunarka, Moskow, Rusia, Selasa (24/3). Foto: Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP

"Masalahnya adalah volume tes (corona) sangat rendah dan tidak ada yang memiliki gambaran yang jelas" ujar Sobyanin kepada Putin dalam sebuah pertemuan, seperti dilansir AFP.

Sobyanin memperingatkan Putin agar Rusia menyiapkan langkah jika terjadi lonjakan kasus seperti di Italia.

"Penting untuk mempersiapkan skenario 'Italia'. Jika ada lonjakan besar dan Moskow menuju ke sana, rumah sakit kami siap untuk berubah. Kita harus tetap bersiap untuk yang terburuk," ucap Sobyanin kepada Putin.

Sobyanin juga meminta Putin agar memerintahkan para lansia di daerah lain agar tinggal di rumah, seperti yang telah ia lakukan di Moskow.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan Hazmat kuning saat menenui pasien corona di rumah sakit Kommunarka, Moskow, Rusia, Selasa (24/3). Foto: Alexey DRUZHININ / SPUTNIK / AFP

Sebelumnya, Putin mengatakan pada pekan lalu bahwa wabah corona di Rusia bisa dikendalikan.

Rusia secara bertahap memperketat pembatasan, menghentikan acara budaya dan olahraga, serta menutup sekolah dan klub kebugaran. Namun tidak seperti banyak negara di Asia dan Eropa, Rusia belum memutuskan lockdown.