Berbondong-bondong Warga Jaksel Beli Masker Usai Abu Vulkanik Selimuti Jakarta

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana warga buru masker di kolong Tol Depok-Antasari di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana warga buru masker di kolong Tol Depok-Antasari di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Sejumlah warga di kawasan Andara, Jakarta Selatan, mulai meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai wilayah Jakarta.

Pantauan kumparan di lokasi, Minggu (6/9), sejumlah warga terlihat mulai berburu masker. Mereka mengaku melakukan hal tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi udara akibat sebaran abu vulkanik.

Reino, warga Andara, mengatakan dirinya melihat adanya debu yang cukup tebal menempel di sejumlah barang di sekitar rumahnya pada Minggu (6/9) pagi. Debu tersebut terlihat antara lain di jok motor, mobil, hingga bangku di teras rumah.

“Bangku motor saya berdebu sekali, tebal. Artinya sudah sampai sini (abu vulkanik),” kata Reino saat ditemui kumparan di lokasi, Minggu (6/9).

Menurut Reino, kondisi tersebut membuatnya kembali memastikan persediaan masker di rumah. Ia kemudian membeli dua bungkus masker, masing-masing berisi 50 masker.

“Saya beli tadi. Yang isi 50. Masih kondisi murah saya lihat, dengan kondisi yang dua lapis itu Rp 20.000,” ujarnya.

Reino, warga buru masker di kolong Tol Depok-Antasari di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Reino menuturkan, masker memang telah menjadi salah satu barang yang biasa disediakan di rumah. Namun, adanya abu vulkanik membuatnya semakin waspada untuk melindungi kesehatan dirinya dan keluarga.

Sementara itu, Ayu, warga Pondok Labu, juga membeli masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik. Ia mengaku sejak pagi belum terlalu merasakan keberadaan abu, tetapi matanya sempat terasa seperti kelilipan ketika berada di jalan.

“Biar terjaga dari abu vulkanik aja sih,” kata Ayu.

Ayu menyebut harga masker yang dibelinya masih sama seperti biasanya, yakni sekitar Rp 20 ribu untuk kemasan berisi 50 masker. Ia juga mengaku sudah mengetahui lokasi tersebut sebagai tempat membeli masker karena kerap melintas di kawasan Andara.

Ayu, warga buru masker di kolong Tol Depok-Antasari di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Hal serupa dilakukan pasangan warga Lebak Bulus, Dian dan Supri. Keduanya kembali membeli masker setelah mengetahui adanya sebaran abu vulkanik.

Supri mengatakan abu vulkanik terlihat menempel di jok motor yang diparkir di luar rumah. Sementara Dian menyebut teras rumah mereka juga terdampak.

“Masih ada sih itu (abu vulkanik),” ujar Supri ketika ditanya mengenai keberadaan abu vulkanik di rumahnya.

Supri juga mengungkapkan bahwa tempat kerjanya telah menerapkan imbauan wajib menggunakan masker mulai Minggu (6/9).

“Mulai hari ini (pakai masker),” katanya.

Dian dan Supri, warga buru masker di kolong Tol Depok-Antasari di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Dian mengatakan harga masker yang dibelinya belum mengalami kenaikan. Untuk masker KF94 yang dibeli Dian dan Supri, harganya Rp 10 ribu untuk kemasan isi 10. Sementara jika membeli dua kemasan, harganya Rp15 ribu.

“Masih murah lah,” ujar Dian.

Penjualan Masker Naik 4-5 Kali Lipat

Lonjakan minat warga untuk membeli masker juga dirasakan penjual masker di kawasan tersebut.

Neni, penjual masker di kolong Tol Depok-Antasari, Andara, mengatakan dagangannya lebih ramai dibandingkan hari sebelumnya. Peningkatan pembeli bahkan terjadi sejak pagi.

“Alhamdulillah, lebih ramai dari hari kemarin,” kata Neni saat ditemui kumparan di lokasi, Minggu (6/9).

Suasana warga buru masker di kolong Tol Depok-Antasari di Jalan Andara Raya, Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Menurut Neni, biasanya pembeli tetap ada setiap hari, tetapi tidak seramai pada Minggu (6/9). Sejak pagi, warga terus berdatangan untuk membeli masker.

“Iya, enggak ada hentinya dari pagi,” ujarnya.

Ia menyebut penjualan masker hari ini dapat mencapai empat hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Lebih. Bisa empat kali,” kata Neni.

Ramainya pembeli membuat stok masker yang tersedia sejak pagi habis. Neni bahkan harus kembali berbelanja untuk mengisi persediaan dagangannya.

“Habis. Ini baru belanja lagi,” ujarnya.

Meski permintaan meningkat, Neni memastikan belum ada kenaikan harga masker yang dijualnya.

“Nggak ada masalah harga,” katanya.

Saat ini, harga masker di kawasan tersebut bervariasi, tergantung jenisnya. Masker disposable isi 50 dijual sekitar Rp 20 ribu, sedangkan masker duckbill isi 50 sekitar Rp 15 ribu.

Sementara itu, masker KF94 isi 10 dijual Rp 10 ribu.

Untuk masker dengan harga lebih tinggi, Neni menyebut terdapat produk Sensi dan Fitcare isi 50 yang dibanderol Rp 25 ribu per kotak.