Berburu Rezeki Tahun Baru Imlek di Kelenteng Boen Tek Bio, Tangerang

Boen Tek Bio di Jalan Bhakti dan Jalan Cilame, Pasar Lama, Tangerang, merupakan kelenteng Tionghoa tertua di daerah Tangerang. Pada Tahun Baru Imlek 2571 ini, Kelenteng Boen Tek Bio termasuk kelenteng yang dipadati oleh umat Konghucu untuk beribadah. Tak pelak, jika banyak warga silih bergantian keluar-masuk kelenteng tersebut.
Pantauan kumparan Sabtu (25/1) hingga pukul 10.40 WIB, antusiasme warga masih terasa dan di kawasan kuil. Terlihat mereka dengan khusyuk dan khidmat memanjatkan doa untuk kesuksesan di tahun baru Imlek ini.
Akan tetapi, ada satu hal yang menarik perhatian. Terlihat pengemis yang cukup banyak jumlahnya, duduk di depan kelenteng tersebut.
Mereka melihat menunggu para warga yang setelah sembahyang untuk memberikan mereka uang. Salah satu warga, Lefong (43) mengatakan bahwa pengemis di kelenteng tertua di Tangerang ini selalu ada setiap perayaan Imlek.
"Pasti ada setahun sekali," kata Lefong saat ditemui di kawasan kelenteng.
Menurutnya, hal ini sudah lumrah terjadi pada setiap perayaan. Lefong juga mengatakan warga-warga setelah sembahyang memang suka memberikan uang.
"Bagi, setiap (tahun) pasti bagi-bagi (uang)," ucapnya.
Di lain sisi, Lefong berharap pada perayaan Imlek kali ini, Indonesia semakin damai dan dihindarkan dari konflik. Serta rejeki semakin meningkat.
"Harapan di tahun baru imlek ini semoga negara kita aman sentosa, semoga bertambah maju semoga tentram dan sejahtera dan banyak rejeki," kata dia.
Pengemis lainnya, Amang (67), yang berasal dari Mauk, Tangerang, mengungkapkan selama 2 tahun terakhir ia biasa mangkal di Klenteng ini untuk mengemis.
"Dua tahun tiap Imlek di sini," kata Amang.
Amang sendiri telah memulai kegiatan mengemis di Klenteng Boen Tek Bio ini sejak kemarin. Ia pun mengaku tidur di depan pintu masuk kuil tersebut.
"Kemarin, hujan itu dapat nginep, di sini ngemper," ucapnya.
Menurutnya, setelah semalaman mengemis, ia baru meraup hasil Rp 15 ribu. Padahal, biasanya ia meraih hingga Rp 50 ribu.
"Dulu saya dapat gocap (Rp 50 ribu) berebutan aja ini. (Sekarang)15 ribu susah, berebutan aja ini," imbuhnya.
