Berdamai, Korban dan Pelaku Perundungan di Bandung Kembali Masuk Sekolah
ยทwaktu baca 2 menit

Kepala SMP Baiturrahman Bandung, Saefullah Abdul Muthalib, mengatakan bahwa muridnya, korban dan pelaku perundungan telah kembali masuk sekolah per hari ini, Senin (21/11).
"Hari ini pelaku ada di sekolah. Tetapi dalam rangka untuk mencairkan suasana juga sepertinya," ucap Saefullah kepada kumparan.
Kendati demikian, Saefullah tetap akan memberikan tindakan kepada pelaku, yakni dirumahkan atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Rencana setelah selesai mediasi ini, setelah selesai urus-urus segala sesuatunya, memang adalah semacam memberikan efek jera (dengan dirumahkan)," ucap Saefullah.
Saefullah mengatakan pihaknya memberi kesempatan kepada pelaku untuk tetap mengenyam pendidikan di SMP Baiturrahman, namun dengan cara berbeda.
"Tetap si pelaku diberikan haknya untuk belajar. Sepertinya tahap belajarnya dipisahkan proses pembelajarannya. Mungkin si pelaku belajar dari rumah dulu (PJJ). Kemudian si korban tetap berada di sekolah," ucap Saefullah.
Saefullah belum mengatakan sanksi lanjutan untuk si pelaku. Ia mengeklaim tindakan PJJ bukanlah sanksi, melainkan upaya agar pembelajaran tetap kondusif.
"PJJ bukan sanksi, tapi hanya untuk mengkondisikan dalam memberikan pelayanan dan pendampingan agar pembelajaran tetap berjalan," ucapnya.
Saefullah menjelaskan hubungan korban dan pelaku sebagai teman sekelas kembali baik. Hal itu terbukti dengan korban dan pelaku bersama melaksanakan pembelajaran.
"Alhamdulilah ini luar biasa. Jadi bukan saat ini, pada hari H juga tidak ada masalah. Pada hari H setelah kejadian, dia belajar lagi dan biasa berteman lagi," ucap Saefullah.
Selain itu, Saefullah pun berujar bahwa korban dan pelaku tetap berkomunikasi baik saat diperiksa di Polsek Ujungberung.
"Bahkan saat di polsek, mereka berdua dengan teman-teman yang lain makan satu meja, bahkan berfoto-foto ria," ucap Saefullah.
"Pada hari Jumat dan Sabtu juga sudah mulai ceria lagi. Dan bahkan saat ini juga sedang duduk berdua ada di dalam kelas," sambungnya.
Laporan: Arif Syamsul Ma'arif
