Beredar Ajakan Dukung Anies Nyapres oleh FPI: Hoaks; Minta Diusut

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pernyataan FPI soal demo FPI Reborn atau FPI palsu. Foto: FPI
zoom-in-whitePerbesar
Pernyataan FPI soal demo FPI Reborn atau FPI palsu. Foto: FPI

Beredar surat pemberitahuan aksi Front Persaudaraan Islam (FPI) dengan agenda Deklarasi Mendukung Anies Baswedan Calon Presiden (Capres) 2024. Surat itu ditujukan ke Dirintelkam Polda Metro Jaya.

Dalam surat tersebut, agenda deklarasi dukungan akan digelar di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/6) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebanyak 200 peserta disebut akan hadir dengan koordinator aksi yakni M Fahril.

Terkait hal tersebut, Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang juga kader FPI, Novel Bamukmin mengatakan, surat tersebut hoaks.

"Hoaks," kata Novel lewat pesan singkatnya.

"Kita lagi cari siapa yang buat selebaran gelap itu," sambungnya.

Surat FPI dukung Anies Baswedan calon presiden yang diberi label hoaks oleh Ketum PA 212 Slamet Maarif. Foto: Dok. Istimewa

Novel menuturkan, pihaknya sejauh ini masih netral untuk sikap terhadap Pilpres 2024. Keputusan mendukung calon tertentu akan diputuskan setelah digelar Ijtima Ulama.

"Kami netral tidak ada dukung mendukung sampai ijtima ulama nanti digelar," ujar Novel.

Hal yang juga disampaikan pendukung Ketum PA 212 Slamet Maarif. Dia menegaskan, surat tersebut hoaks. Dia lalu mengirimkan surat tersebut dengan label hoaks.

Novel Bamukmin. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

PA 212 Tegaskan Belum Tentukan Pilihan

Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) tidak ingin terburu-buru dalam menentukan dukungan terhadap sosok tertentu untuk Pilpres 2024, meski sejumlah partai politik telah melakukan pertemuan untuk membangun kekuatan koalisinya.

Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin mengatakan, pihaknya akan memutuskan mendukung capres tertentu setelah menggelar Ijtima Ulama.

Ijtima Ulama sendiri merupakan perkumpulan ulama yang tergabung dalam PA 212. Pada Pilpres tahun lalu, mereka memutuskan mendukung Prabowo Subianto.

"Kami netral tidak ada dukung mendukung sampai ijtima ulama nanti digelar," kata Novel lewat keterangannya, Senin (6/6).

Namun, Novel tidak menjelaskan lebih jauh kapan akan digelar Ijtima Ulama.

Demo FPI di Depan Kedutaan Besar Myanmar Foto: Fadjar Hadi/kumparan

5 Sikap FPI soal Hoaks Dukung Anies Nyapres

Front Persaudaraan Islam (FPI) merespons beredarnya surat hoaks yang berisi ajakan deklarasi dukung Anies Baswedan maju capres di Pilpres 2024. Mereka mengeluarkan 5 pernyataan sikap untuk meluruskan surat yang beredar.

Dalam surat itu, salah satu point pernyataan sikapnya yakni FPI menyebut, ada gerakan operasi intelijen gelap di bali beredarnya ajakan mendukung Anies maju capres.

"Bahwa FPI melihat ada operasi intelijen hitam dengan metode false flag yang didesain untuk memainkan kembali narasi Islamfobia dengan mendiskreditkan umat Islam," bunyi pernyataan sikap yang diteken Ketum FPI M Alattas, Senin (6/6).

FPI juga mendorong agar penegak hukum mengusut beredarnya surat tersebut. Selain itu mereka juga mengimbau pendukungnya agar tidak terpancing.

"Meminta aparat penegak hukum untuk mengusut," tulis FPI.

kumparan post embed

Berikut 5 point pernyataan FPI tersebut:

1. Bahwa Front Persaudaraan Islam dari tingkat Pusat sampai Ranting tidak pernah mengundang, menggerakan, dan melakukan aksi dengan tema apa pun pada senin 6 Juni 2022, sehingga bila ada yang melakukan aksi mengatas-namakan Front Persaudaraan Islam maka dapat dipastikan adalah Aksi FIKTIF dan PALSU;

2. Bahwa terkait dukung mendukung pihak tertentu dalam pemilu 2024 yang akan datang, sampai detik ini belum ada pernyataan dukungan resmi dari DPP Front Persaudaraan Islam kepada pihak mana pun dalam pemilu 2024 sehingga bila ada yang membawa-bawa nama Front Persaudaraan Islam untuk dukung mendukung calon tertentu dapat dipastikan adalah Pernyataan FIKTIF dan PALSU;

3. Bahwa Front Persaudaraan Islam melihat adanya operasi INTELIJEN HITAM dengan metode FALSE FLAG yang didesain untuk memainkan kembali narasi Islamofobia dengan mendiskreditkan elemen umat Islam;

4. Bahwa Front Persaudaraan Islam masih tetap fokus mencerdaskan kehidupan bangsa lewat DA'WAH dan AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR serta mewujudkan kesejahteraan umum lewat program SOSIAL KEMANUSIAAN;

5. Front Persaudaraan Islam meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dan mengambil tindakan tegas kepada pihak-pihak yang terlibat dalam Aksi FIKTIF dan PALSU tersebut, serta menyerukan kepada setiap elemen masyarakat agar tidak terprovokasi dengan Aksi FIKTIF dan PALSU tersebut.