Beredar Kabar Pulau di Sulsel Dijual Rp 900 Juta, Polisi Selidiki

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pulau Foto: Bagas Putra Riyadhana
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pulau Foto: Bagas Putra Riyadhana

Salah satu pulau tak berpenghuni di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dikabarkan dijual seharga Rp 900 juta.

Pulau yang diduga telah dijual bernama Lantigian. Pulau itu berada di Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel.

Pulau Lantigian masuk zona perlindungan bahari dan berada di wilayah Balai Taman Nasional Takabonerate.

Terkait kabar tersebut Kapolres Kep. Selayar, AKBP Temmanganro Machmud mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan.

"Kami telah memeriksa sejumlah saksi dan meninjau langsung pulau yang dikabarkan dijual itu," kata Temmanganro pada Sabtu (30/1).

Dari hasil pemeriksaan saksi, diperoleh keterangan yang menjual pulau merupakan salah seorang warga di Pulau Jampea Syamsul Alam. Syamsul diduga menjual pulau tersebut kepada salah seorang perempuan bernama Asdianti, warga Selayar.

"Dia jual seharga Rp900 juta. Dan pembeli sudah memberikan uang panjar atau DP Rp 10 juta. Penjualan pulau sudah memiliki Surat Keterangan Jual Beli Tanah Pulau Lantigian," jelasnya.

Temmanganro menjelaskan, pulau Lantigian dikenal sebagai tempat penyu bertelur. Berdasarkan informasi yang diterimanya, Syamsul mengeklaim pulau adalah peninggalan dari kakek-neneknya terdahulu.

"Kami sementara kumpulkan bukti-bukti, untuk menentukan pihak yang dirugikan terkait penjualan Pulau Lantigian. Baik dari pemerintah maupun pembeli yang diduga mengalami kerugian materiil. Jika cukup bukti maka akan dilaksanakan penyidikan tuntas," tegasnya.

Pulau Lantigian diketahui masuk zona perlindungan bahari. Namun, keputusan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem pada Januari 2019 lalu, status Pulau Lantigiang dalam kawasan taman nasional masuk dalam pulau zona pemanfaatan.

Pulau yang masuk zona pemanfaatan memiliki potensi dan keterwakilan sumber daya alam laut yang dapat dijadikan objek daya tarik wisata alam dan pemanfaatan jasa lingkungan lainnya.