Beredar Percakapan Diduga Pejabat Batu Bara Berkomplot Dukung Prabowo-Gibran

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Warga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan hak politiknya ketika mengikuti Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilu 2019 di TPS 02, Pasar Baru, Jakarta, Sabtu (27/4). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Beredar di media sosial rekaman suara yang diduga berisikan percakapan antara pejabat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, untuk mendukung paslon nomor urut 02, yakni pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Rekaman itu beredar dengan tulisan narasi : “Bocor! Rekaman perbincangan antara Dandim, bupati, kapolres, dan Kajari Batu Bara”.

Dalam rekaman itu, para pejabat tengah menyusun strategi untuk memenangkan pasangan Prabowo-Gibran. Mereka banyak menyebut dana desa sebagai salah satu sumber dana pemenangan.

Terkait rekaman itu, Kapolres Batu Bara AKBP Taufiq Hidayat Thayeb membantah bahwa rekaman suara yang beredar adalah suaranya. Bukan juga suara sejumlah pejabat publik Kabupaten Batu Bara.

“Jadi gini, yang pertama itu bukan suara kamilah, baik saya atau forkopimda bukan ya,” kata Taufiq saat dihubungi pada Minggu (14/1).

“Kami di sini TNI, Polri, dan Kejaksaan itu tetap netral,” sambungnya.

Taufiq bilang, pihaknya memastikan rekaman yang beredar adalah hoaks.

“Nanti tetap kita pelajari dulu ya. Rekaman itu hoaks,” tegasnya.

Berikut percakapan yang ada dalam rekaman itu:

Ya per kecamatan ya tambah-tambahlah. Jadi untuk kepala desa ini langsung aja kita diarahkan ke 02. Itu dulu yang pertama, tidak ada cerita lain, tak ada cerita apapun menangkan 02 di desa masing-masing.

Terkait masalah peluru itu masih diupayakan dengan Pj supaya sebelum Pilpres keluar. Dengan catatan 100.000 dikeluarkan dari situ. Dana dari desa itu, 50.000 dikirim ke sana untuk mereka pergunakan serangan.

Itu penggunaannya ada Pj di situ, Kapolres di situ, Dandim di situ, Kajari di situ.

Rekaman ini sempat disinggung oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Dia menilai, ini merupakan bagian dari intimidasi yang terus terjadi di berbagai daerah.

"Apalagi muncul rekaman dari Kabupaten Batu Bara itu suatu penggunaan nyata dari kekuasaan dalam konsepsi sejarah kita mereka yang diintimidasi itu akan melakukan perlawanan meskipun ini diam," ucap Hasto usai acara Merah Meriah di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (14/1).