Beredar Pesan Ajakan Aksi 'Jogja Memanggil' Kamis: Demokrasi Sedang Sekarat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

Jogja Memanggil. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Jogja Memanggil. Foto: Dok. Istimewa

Sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta direncanakan akan turun ke jalan besok, Kamis (22/8).

Mereka akan menggelar aksi usai Baleg DPR menyepakati revisi Undang-Undang (RUU) Pilkada hari ini, Rabu (21/8). RUU itu rencananya akan disahkan DPR pada Kamis (22/8).

Dalam pesan dan poster yang diterima kumparan, aksi besok akan bertajuk "Jogja Memanggil". Rencananya, aksi akan berlangsung di Lapangan Parkir Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer.

Peserta aksi membawa spanduk di jalan Gejayan jelang aksi Gejayan Memanggil. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

"Demokrasi sedang sekarat! Kebebasan kita diinjak-injak, hak kita dirampas, hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan yang gila!" tulis pesan yang beredar.

"Diam berarti tunduk, melawan berarti merdeka! Bangkitlah, satukan kekuatan, dan hancurkan rezim oligarkis ini sebelum mereka menghancurkan kita semua! Perlawanan adalah satu-satunya pilihan!" lanjutnya.

Pesan itu juga disertai sejumlah tagar seperti #GejayanMemanggil, #JogjaMemanggil, hingga #JegalOligarki.

Foto udara aksi Gejayan Memanggil, Senin (30/9/2019). Foto: Dok. Istimewa

Selain di Titik Nol Kilometer, dalam undangan aksi yang lain, turut disebutkan titik kumpul massa aksi, salah satunya di Bundaran UGM.

Sejumlah akademisi, mahasiswa, masyarakat, hingga aktivis yang tergabung di Forum Cik Di Tiro mengibarkan bendera setengah tiang di kampus UII, Kota Yogyakarta, Rabu (21/8/2024). Foto: Dok. Istimewa

Sementara itu, Forum Cik Di Tiro yang hari ini, Rabu (21/8), telah mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda matinya demokrasi juga menyatakan akan ada aksi turun ke jalan besok.

"Sampai kemudian kita memastikan keputusan Paripurna DPR itu sejalan dengan kepentingan aspirasi masyarakat," kata Masduki, inisiator Forum Cik Di Tiro.