'Bergunjing' dengan Bu Tejo, Karakter Penggosip di Film Tilik yang Viral

Beberapa hari ini media sosial trending dengan sosok Bu Tejo. Lakon utama film pendek berjudul Tilik yang diproduksi Ravacana Films 2018 silam, sukses bikin gemas penonton. Sosoknya ceplas ceplos, plus julid dianggap menggambarkan sosok ibu-ibu menyebalkan yang biasa dijumpai di kehidupan sehari-hari.
Film pendek berdurasi 32 menit yang dapat disaksikan secara gratis di YouTube ini bercerita tentang rombongan ibu-ibu yang hendak tilik atau menjenguk Bu Lurah yang sedang dirawat di rumah sakit. Lumrah seperti di kehidupan nyata, rombongan ibu-ibu ini menaiki bak truk untuk sampai ke tujuan.
Mengambil adegan sepanjang jalan antara Dlingo, Kabupaten Bantul hingga Gamping, Kabupaten Sleman, film ini bukan hanya menampilkan perjalanan dari desa menuju kota. Lebih dari itu, di dalam ruang sempit bak truk, film ini berhasil menyuguhkan pergunjingan ibu-ibu dengan bermacam karakter di dalamnya.
Dan apabila dicerna film ini memberikan pesan bahwa perempuan juga harus bersikap.
Lalu siapakah sosok Bu Tejo? Dia adalah Siti Fauziah. Perempuan kelahiran 19 Desember 1988 ini lahir di Blitar tapi besar di Yogyakarta. Akrab disapa Ozie, dia sebenarnya bukan orang baru di perfilman.
Selain berperan di film ini, Ozie juga pernah berperan di film Mencari Hilal, Talak 3, Sultan Agung, Bumi Manusia, Mekkah I'm Coming.
kumparan berkesempatan mengobrol dengan sosok bertalenta ini di Galeri Lorong, Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Ozie bercerita banyak tentang perannya sebagai Bu Tejo dan pandangannya atas film yang meraih Piala Maya 2018 ini.
"Ini yang keenam. Ini baru pertama jadi peran utama di film tapi ini film pendek," kata perempuan yang sempat mengenyam bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini, Kamis (20/8).
"Sejarahnya itu film dapat (pendanaan) dari Danais (Dana Keistimewaan). Terus si sutradara (Wahyu Agung Prasetyo) pernah asistensi film pendek suamiku. Film pendek itu aku yang main. Waktu dia mau bikin film ini dia udah notice kayaknya yang main maunya mbak Ozie," ujarnya.
Awalnya Ozie ini tidak berperan sebagai Bu Tejo namun sebagai Yu Tri, sosok ibu-ibu yang sepanjang film selalu mengompori Bu Tejo menggunjingkan Dian. Nah, tiga hari sebelum proses syuting ternyata Ozie diminta memerankan Bu Tejo.
"Ternyata tokoh utama sudah cukup sepuh medannya lumayan berat (syuting di truk berjalan) itungannya karena truk kan setinggi bahu. Terus itu udah detik-detik mau take 2 hari atau 3 hari sebelumnya (berganti peran). Lumayan intens dan panjang. Pengalaman pertama road movie dari Dlingo sampai Gamping," katanya.
"Itu tahun 2018 bulannya apa saya agak lupa. Reading latihan beberapa kali terus take. 2-3 minggu proses syutingnya. Lumayan cepet karena fim pendek," ujarnya.
Selama 2 hingga 3 hari Ozie berakting di atas truk full. Jalan Dlingo yang curam otomatis membuat truk selalu bergoyang saat jalan. Hal itu menurut Ozie menjadi tantangan sendiri. Belum lagi dialog yang dia diucapkan sangat rapat.
"Road movie nggak gampang karena truk berjalan. Ekstra ibu-ibu juga asli Dlingo harus ngemong juga. Gimana-gimana kan kita juga minta tolong," ujar ibu satu anak ini
Sedikit banyak, Ozie mencontoh perilaku ibu-ibu yang dia temui usai berbelanja di pasar. Dari banyaknya ibu-ibu yang dia jumpai ini kemudian muncullah karakter Bu Tejo.
"Jadi kalau si tokoh aku itu berangkat dari panggung di keaktoran yang namanya bedah naskah itu kan paling penting karena buat ke suatu produk karya harus jelas naskahnya termasuk PR ke aku yang mau peran," ujarnya
"Ini tak bangun dulu bu Tejo latar belakangnya apa secara psikologis orangnya gimana. Secara sosial yang membuat orangnya jadi misal berkarakter," katanya.
Secara personal, Ozie menjelaskan bahwa makna dari film ini adalah perempuan haruslah punya sikap. Contoh sederhana, ketika ada persoalan seperti pergunjingan tersebut seorang perempuan dapat mengambil sikap untuk percaya begitu saja atau memilih untuk mengecek kebenarannya.
"Aku penginnya jadi perempuan itu punya sikap, jadi kalau ada omongan orang lain langsung ditanya, jadi cewek itu jangan dibikin bahan (pergunjingan) tetapi cross check langsung karena kalau diomongi orang itu gak enak sih. Jadi itu bukan film yang menggurui. Itu reflektif aja sih," ujar dia.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
