Berkomitmen untuk Negeri, Telkom Bangun 51 Sarana Air Bersih Layak di 5 Daerah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peresmian bantuan sanitasi air bersih oleh GM Witel Nusa Tenggara Muhammad Kafin Latif (ketiga dari kanan). Foto: Telkom Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Peresmian bantuan sanitasi air bersih oleh GM Witel Nusa Tenggara Muhammad Kafin Latif (ketiga dari kanan). Foto: Telkom Indonesia

Di tengah laju pertumbuhan digital yang semakin pesat, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan mendasar yang belum sepenuhnya teratasi, yakni akses air bersih yang layak. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterbitkan pada 2023, sekitar 12,6 persen rumah tangga di Indonesia belum menikmati akses air bersih secara memadai.

Permasalahan ini paling banyak ditemukan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta di kawasan urban padat yang infrastruktur dasarnya belum memadai. Menjawab hal itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) telah meluncurkan program pembangunan sarana air bersih yang telah direalisasikan sepanjang 2025.

Hingga saat ini, sebanyak 51 titik fasilitas air telah dibangun di lima wilayah prioritas, yaitu Bandung, Banten, Gowa, Sukabumi, dan Kepulauan Mentawai. Fasilitas yang dibangun mencakup penampungan air, saluran distribusi, dan sistem filtrasi sederhana yang dirancang agar mudah dirawat oleh warga setempat.

Bantuan sanitasi air bersih di Dusun Batu Lumbung Desa Bijak, Batukliang, Lombok Tengah. Foto: Telkom Indonesia

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, mengatakan bahwa program ini secara langsung ditujukan untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dengan memastikan ketersediaan air bersih yang aman dan terjangkau. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen Telkom dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6, yakni air bersih dan sanitasi layak.

“Kami melihat bahwa air bersih bukan sekadar fasilitas, tapi fondasi dari kehidupan yang sehat dan produktif. Dengan menghadirkan sarana air bersih ini, kami berharap masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan layak,” ujar Hery.

Desa Borisallo di Sulawesi Selatan jadi salah satu penerima manfaat ini. Salah satu warga bernama Nita pun menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas ini membawa perubahan signifikan bagi warga sekitar.

“Sebelumnya kami kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Sekarang, kami punya akses air yang memadai untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari tanpa harus antre atau berjalan jauh,” ungkapnya.

Penyerahan bantuan infrastruktur Air Bersih kepada perwakilan Dusun Pancoran, Terong, Dlingo, Bantul. Foto: Telkom Indonesia

Selain membangun infrastruktur, Telkom juga melibatkan komunitas lokal dan organisasi masyarakat dalam proses pembangunan dan perawatan fasilitas. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan agar sarana air dapat beroperasi secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui pendekatan yang berfokus pada kebutuhan lokal serta pemanfaatan teknologi sederhana, Telkom berharap inisiatif ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia, terutama di sektor kesehatan dan lingkungan.