Berpulangnya Raja Keraton Surakarta PB XIII
·waktu baca 5 menit

Raja Keraton Surakarta Pakubuwono (PB) XIII mangkat di usia 77 tahun pada Minggu (2/11) pukul 07.30 WIB di Rumah Sakit Indriati, Solo. PB XIII meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif sekitar 100 hari.
Jenazah kemudian dibawa ke kediaman Sasono Putro Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggunakan ambulans rumah sakit.
Usai tiba di rumah duka sekitar pukul 10.40 WIB, jenazah PB XIII langsung dibawa masuk ke dalam kediaman. Sementara itu, abdi dalem mengeluarkan kereta jenazah dan mencucinya.
Adik PB XIII, KGPH Puger, mengatakan kereta jenazah ini memang khusus digunakan untuk mengangkat jenazah dari ndalem Keraton ke luar.
“Seperti saat PB XII dulu, sama. Kalau dulu PB X sempat ke Stasiun Balapan karena naik kereta api. Sedangkan PB XII dari sini ke Puryaningratan, baru ganti ambulans,” ujar Puger, Minggu (1/11).
Ia mengatakan setelah tiba dari rumah sakit jenazah akan disemayamkan di Masjid Pujosono untuk dimandikan dan diadakan ritual pemakaman bagi Raja Keraton Solo.
“Biasanya akan disemayamkan di situ sekitar dua atau tiga hari,” kata dia.
Ia mengatakan, setelah disemayamkan di Masjid Pujosono rencananya jenazah PB XIII akan sesuai dengan adat Keraton Solo untuk kemudian dimakamkan di Kompleks Makam Raja Trah Mataraman di Imogiri, Yogyakarta.
“Adatnya seperti yang dulu nanti ada setelah dari masjid Pujosono dimandikan di sana terus menuju Magangan dan ke alun-alun selatan,” pungkasnya.
Mengenang Sosok Pakubuwono XIII
PB XIII lahir dengan nama Gusti Raden Mas Suryadi pada 28 Juni 1948 di Surakarta. Ia merupakan putra tertua dari Susuhunan Pakubuwono XII sehingga sejak muda berada pada garis utama pewarisan takhta Kasunanan Surakarta, salah satu cabang besar dari wangsa Mataram yang berakar kuat dalam sejarah Jawa.
Pakubuwono XIII secara resmi memulai masa pemerintahannya pada 10 September 2004. Sejak itu ia menjadi figur sentral Keraton Surakarta, tetapi kepemimpinannya tidak lepas dari dinamika internal keluarga keraton yang sempat menimbulkan klaim ganda atas takhta.
Konflik itu memuncak beberapa kali, namun pada dekade 2010-an upaya rekonsiliasi dilakukan, termasuk inisiatif pertemuan yang melibatkan pejabat pemerintah daerah dan tokoh nasional sehingga ketegangan mereda menjelang masa puncak prosesi adat.
Di tengah perubahan sosial dan politik Indonesia modern, PB XIII dikenal aktif mempertahankan tradisi keraton, mulai dari penyelenggaraan upacara adat, pelestarian naskah dan kesenian klasik, serta membuka ruang interaksi budaya antara keraton dan masyarakat luas.
Di masa pemerintahannya, keraton tetap diposisikan sebagai rujukan kebudayaan Jawa sekaligus institusi yang mesti menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Berbagai prosesi adat besar yang dipimpin atau diresmikan PB XIII menarik perhatian publik dan pejabat daerah maupun pusat.
Dalam kehidupan pribadinya, PB XIII tiga kali menikah. Pertama dengan KRAy Endang Kusumaningdyah. Dari pernikahan ini dikaruniai anak yang kemudian turut aktif dalam kegiatan keraton. Pernikahan kedua dengan KRAy Winarti Sri Harjani.
Kemudian, PB XIII menikah dan mengangkat BRAy Asih Winarni sebagai permaisuri dengan gelar GKR Pakubuwono. Pengangkatan ini dilakukan melalui upacara adat pada Februari 2022 di Keraton Surakarta. Keputusan tersebut sempat memunculkan perdebatan di internal Dewan Adat karena dinilai tidak melalui mekanisme adat yang baku, namun tetap disahkan oleh pihak Sinuhun sebagai keputusan keluarga kerajaan.
Dari ketiga pernikahan itu, PB XIII memiliki tujuh orang anak. Putra tertua adalah KGPH Mangkubumi, yang kemudian berganti nama menjadi KGPH Hangabehi pada Desember 2022. Sementara itu, putra lainnya, KGPH Purbaya, ditetapkan sebagai putra mahkota (calon penerus takhta) saat Tingalan Dalem Jumenengan atau peringatan kenaikan takhta PB XIII yang ke-18, Minggu (27/2/2022).
Selain kedua putra itu, PB XIII juga memiliki beberapa putri, di antaranya GRAy Devi Lelyana Dewi.
Sebelum mangkat, PB XIII sudah dirawat sejak September 2025 dan beberapa kali keluar-masuk rumah sakit sebelum akhirnya meninggal pada hari ini.
Dimakamkan Rabu 5 November di Imogiri, Bantul
Pemakaman PB XIII akan digelar pada Rabu (5/11). Keputusan ini berdasarkan hasil dari pembahasan internal keluarga. Jadwal ini berubah dari sebelumnya direncanakan pada Selasa (4/11).
Adik Pakubuwono XIII, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan PB XIII akan dimakamkan di kompleks makam Raja Imogiri, Bantul, Yogyakarta.
"Keputusan bersama keluarga besar dan bebadan keraton, jenazah almarhum akan terlebih dahulu transit di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Loji Gandrung, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta pada Rabu pekan depan,” ujar Gusti Moeng, Minggu (1/11).
Ia mengatakan untuk saat ini tata cara upacara pemakaman mulai disiapkan. Menurutnya, seluruh urutan prosesi adat, perangkat upacara, dan pihak-pihak yang terlibat telah dirapatkan bersama para pengageng, wakil pengageng, bebadan, serta sentana dalem.
“Tradisi adat yang sudah dijalankan sejak era PB XII akan kembali dilaksanakan secara utuh untuk menghormati kepergian Sinuhun PB XIII,” kata dia.
Gibran dan Jokowi Melayat
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melayat ke rumah duka PB XIII, Minggu (2/11). Ia tiba sekitar pukul 18.00 WIB.
Gibran melayat bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo, Gusti Mangkunegoro X, Wali Kota Solo Respati Ahmad, serta Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani.
Gibran yang mengenakan kemeja biru langit tersebut langsung masuk dan menuju Ndalem Prabasuyasa. Lokasi itu tempat jenazah PB XIII disemayamkan.
Rombongan pelayat tampak mendoakan jenazah sebelum menuju ruang transit. Tak lama kemudian Gibran meninggalkan keraton diantar Gusti Pangeran Harya Adipati Anom Sudibyo Raja Putra Nalendra Ing Nagari Mataram atau putra mahkota PB XIII.
Usai melayat, Gibran tidak memberikan tanggapan ke awak media dan langsung masuk mobil meninggalkan lokasi.
Sementara Jokowi melayat pada pukul 20.40 WIB. Ia mengenakan batik lengan panjang dan peci hitam.
Kedatangannya disambut oleh para kerabat Keraton Kasunanan Surakarta.
Ia kemudian langsung menuju area persemayaman jenazah PB XIII, didampingi Wali Kota Solo Respati Ardi. Ia tampak melaksanakan salat jenazah dan berdoa untuk almarhum PB XIII.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sinuhun (Pakubuwono XIII), karena beliau sudah beberapa bulan terakhir ini sakit," ujar Jokowi, Minggu (2/11).
"Semoga amal Sinuhun diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, ditempatkan di tempat yang paling baik, dan diampuni seluruh dosa-dosanya," tambahnya.
