Berseberangan di Pilkada 2024, 3 Eks Kader DPC PDIP Solo Merapat ke PSI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Gajah PSI. Foto: Dok. PSI
zoom-in-whitePerbesar
Logo Gajah PSI. Foto: Dok. PSI

Tiga kader DPC PDIP Solo sekaligus mantan anggota DPRD Solo Fraksi PDIP memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka adalah Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto.

Ketiganya berseberangan di Pilkada Solo 2024. Mereka tidak mendukung paslon yang mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPW PSI Jawa Tengah, Antonius Yogo Prabowo, membenarkan bergabungnya mantan kader DPC PDIP Solo tersebut ke PSI.

“Ketiganya merupakan tokoh politik lokal yang kenyang pengalaman dan mantan anggota DPRD Solo Fraksi PDIP telah gabung PSI,” ujar Yugo, Senin (11/8).

Anggota DPRD Solo periode 2019-2024 itu menyebut, langkah ketiganya menjadi momen penting bagi PSI. Terlebih PSI baru saja menggelar kongres dan segera melakukan rotasi kepengurusan di tingkat daerah.

“Kami mendapat tiga petarung yang siap memajukan PSI di Kota Solo. Pengalaman dan jaringan mereka akan memperkuat barisan kami,” katanya.

Kader PDIP Solo merapat ke PSI. Foto: Dok. Istimewa
Kader PDIP Solo merapat ke PSI. Foto: Dok. Istimewa
Kader PDIP Solo merapat ke PSI. Foto: Dok. Istimewa

Anggota DPRD Provinsi Jateng ini menyebut, proses pendaftaran anggota dilakukan secara daring melalui website resmi PSI.

Untuk Ginda mendaftar PSI lebih dulu sebelum Kongres PSI. Sementara Wanto dan Dyah baru mendaftar PSI pada Jumat (8/8).

“Masih ada tokoh Solo lain yang akan menyusul, tetapi identitasnya belum bisa dipublikasikan karena menunggu kesiapan mereka,” kata Yugo

Kader yang baru Login PSI, Ginda Ferahtriawa membenarkan telah bergabung PSI. Hal itu lebih didasari karena ingin ada dorongan kembali berkiprah di dunia politik dengan warna baru.

“Saya menjadi anggota PSI, setelah pamit dari partai (PDIP). Sudah menyerahkan surat. Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan selama ini, terus kemudian Login (Gabung PSI) itu aja," kata Ginda.

Ginda menambahkan pihaknya mendaftar sebagai anggota PSI sekitar dua pekan sebelum Kongres PSI digelar di Kota Solo pertengahan bulan Juli lalu.

Disinggung alasan khusus pindah haluan, Ginda mengatakan tidak ada. Dia hanya merasa cocok dengan semangat anak muda.

“Saya rasa masa depan kuncinya ada di anak-anak muda. Jadi ini tempatnya untuk mencoba jurnal baru," pungkasnya.

Kader PDIP Solo dan FX Rudy peringati Sumpah Pemuda sambil bentangkan poster Ultah Ganjar. Foto: Dok. Istimewa

Dipecat

Wakil Ketua DPC PDIP Solo, Suharsono, menegaskan ketiganya sudah diusulkan pemecatannya kepada DPP PDIP. Dasar pemecatan karena tidak taat anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) partai.

“Kami sama sekali tidak kehilangan dengan berpindahnya tiga eks kader PDIP ke PSI. PDI Perjuangan adalah partai kader, partai pelopor dan partai ideologi, bukan partai instan sehingga bagi kami sama sekali tak merasa kehilangan," tandasnya.