Bertemu Menlu Vietnam, Sugiono Teken Komitmen Dagang dan Plan of Action

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menlu RI Sugiono (kanan) dan Menlu Vietnam Le Hoai Trung (kiri) saat pernyataan bersama pertemuan bilateral RI-Vietnam di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menlu RI Sugiono (kanan) dan Menlu Vietnam Le Hoai Trung (kiri) saat pernyataan bersama pertemuan bilateral RI-Vietnam di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Indonesia dan Vietnam kembali menegaskan target perdagangan bilateral sebesar USD 18 miliar atau sekitar Rp 325 triliun pada 2028. Komitmen itu disepakati dalam Pertemuan Bilateral Indonesia-Vietnam ke-6 di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Selasa (14/7).

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan kedua negara sepakat memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi, sekaligus menghapus berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha agar target tersebut dapat tercapai.

"Di sektor ekonomi, kami juga menegaskan kembali komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar USD 18 miliar pada 2028," kata Sugiono dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Vietnam Lê Hoài Trung.

Menlu RI Sugiono (kanan) dan Menlu Vietnam Le Hoai Trung (kiri) saat pernyataan bersama pertemuan bilateral RI-Vietnam di Gedung Pancasila, Kemlu RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Menurut Sugiono, Indonesia dan Vietnam sama-sama melihat potensi perdagangan yang besar.

Namun, masih terdapat sejumlah kendala yang perlu diselesaikan agar potensi tersebut bisa dimaksimalkan.

"Kita sama-sama memahami bahwa potensi perdagangan yang ada antara Indonesia dan Vietnam ini sangat besar. Kemudian sama-sama juga meng-acknowledge bahwa ada proses-proses yang mungkin belum begitu lancar yang harus diselesaikan dalam rangka memenuhi potensi itu tadi," ujarnya.

"Oleh karena itu kita sepakat dalam Plan of Action ke depannya ini hal-hal seperti ini segera kita address sehingga apa yang menjadi tujuan dari kerja sama yang intensif itu bisa tercapai," lanjutnya.

Kerja Sama Maritim hingga Kendaraan Listrik

Selain perdagangan, Indonesia dan Vietnam juga menandatangani Plan of Action sebagai panduan implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif selama lima tahun ke depan.

Di bidang politik dan keamanan, kedua negara menyambut perkembangan implementasi pengaturan terkait Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Keduanya juga sepakat memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan maritim, termasuk pemberantasan illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF), serta penanganan kejahatan lintas negara seperti narkotika dan psikotropika.

Menlu Vietnam, Le Hoai Trung memberikan keterangan dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, kantor Kemlu RI, Jakarta, Selasa (14/7). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Indonesia dan Vietnam juga akan memperdalam kolaborasi di sektor ilmu pengetahuan dan teknologi, rantai pasok industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), ekonomi digital, pertanian, hingga pendidikan.

"Ada beberapa sektor kerja sama yang kita akan perdalam, di antaranya adalah ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian peningkatan supply chain teknologi khususnya untuk komponen-komponen EV ya, baterai," jelas Sugiono.

"Kemudian juga investasi-investasi lain khususnya di bidang pertanian, teknologi pertanian, kemudian pendidikan dan training. Jadi ini yang kira-kira secara lebih implementatif akan kita lakukan ke depannya," tambahnya.

Vietnam Yakin Target Bisa Lebih Cepat Tercapai

Sementara itu, Lê Hoài Trung mengatakan hubungan RI dan Vietnam terus berkembang sejak kedua negara meningkatkan status hubungan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2025.

Menurutnya, kerja sama kedua negara tidak lagi hanya berfokus pada perdagangan dan investasi, tetapi juga semakin mengarah pada penguatan konektivitas kedua perekonomian.

Menlu Vietnam, Le Hoai Trung memberikan keterangan dalam pertemuan bilateral di Gedung Pancasila, kantor Kemlu RI, Jakarta, Selasa (14/7). Foto: Firda Brillianti/kumparan

"Ketika kita melangkah lebih jauh dari sekadar hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi, kita juga membangun konektivitas, yaitu konektivitas antara kedua perekonomian. Dan kita akan bekerja sama erat di forum regional maupun global demi kepentingan kedua negara serta demi perdamaian, stabilitas, dan kerja sama di kawasan maupun dunia," kata Trung.

Ia bahkan optimistis target perdagangan bilateral yang telah disepakati dapat dicapai lebih cepat dari jadwal.

"Volume perdagangan, saya mendapat informasi, bahkan mungkin dapat mencapai target USD 18 miliar tahun ini, atau bahkan melampaui target yang telah kita tetapkan," tandasnya.