Bertemu Xi Jinping, Menlu Lavrov: Rusia Bisa Tutup Kekurangan Energi China

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) berjabat tangan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, Rabu (15/4/2026). Foto: China Daily via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kiri) berjabat tangan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, Rabu (15/4/2026). Foto: China Daily via REUTERS

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan negaranya siap menutup kekurangan pasokan energi China di tengah terganggunya jalur distribusi akibat perang Iran. Pernyataan itu ia sampaikan saat kunjungan ke Beijing, Rabu (15/4).

Lavrov menyebut Rusia siap menjaga stabilitas pasokan di tengah gangguan Selat Hormuz.

"Rusia, tanpa ragu, dapat mengompensasi kekurangan sumber daya yang muncul bagi China dan negara lain yang tertarik bekerja sama dengan kami," ujar Lavrov sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua.

Ia juga mengungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin akan berkunjung ke China dalam waktu dekat, seiring hubungan kedua negara yang semakin erat.

Dalam pertemuan dengan Lavrov tersebut, Presiden China Xi Jinping menekankan pentingnya stabilitas hubungan bilateral di tengah ketidakpastian global.

"Stabilitas dan kepastian hubungan China-Rusia sangat berharga,” ujarnya.

Pemandangan umum menunjukkan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Presiden China Xi Jinping mengadakan pertemuan di Balai Besar Rakyat di Beijing, China, Rabu (15/4/2026). Foto: Iori Sagisawa Pool via REUTERS

Menurut laporan Reuters, Xi juga mendorong penguatan kerja sama di level global.

"Kedua negara harus memperkuat kerja sama dalam institusi multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya.

Sementara itu, Lavrov menggambarkan hubungan Rusia-China sebagai kemitraan yang kuat di tengah dinamika global

"Hubungan ini tidak tergoyahkan dalam menghadapi badai apa pun," ujarnya, seperti dilansir AFP.

Kunjungan ini berlangsung di tengah intensnya pertemuan para pemimpin dunia di Beijing, termasuk dengan pemimpin Vietnam To Lam dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.