Berziarah ke Ma'la Makkah, 'Bertemu' Siti Khadijah hingga Mbah Moen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah calon haji Indonesia berziarah di pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Jumat (25/5/2025). Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon haji Indonesia berziarah di pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Jumat (25/5/2025). Foto: Moh Fajri/kumparan

Burung merpati terlihat berkumpul mengunyah makanan saat kumparan tiba di Ma’la, pemakaman yang ada di Makkah. Saat didekati, burung-burung itu terbang bersamaan.

Kepak sayap merpati tersebut seakan mengajak untuk segera memasuki pemakaman yang menjadi tempat istirahat banyak ulama, termasuk dari Indonesia.

Dari banyak makam di sini, ada satu yang langsung menyita perhatian. Sebab, sejak melewati pintu masuk, sudah terlihat ada rombongan jemaah asal Indonesia yang sedang duduk berdoa.

Peziarah berjalan di pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Jumat (25/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Setelah didekati, makam yang diziarahi itu adalah tempat peristirahatan terakhir dari KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen, ulama karismatik dari Tanah Air. Tidak ada tanda nisan besar, hanya batu kecil bertuliskan Maimoen di makam tersebut.

Mbah Moen mengembuskan napas terakhirnya di Tanah Suci pada 6 Agustus 2019, saat melaksanakan ibadah haji. Konon, Mbah Moen memang memimpikan dimakamkan di Makkah.

Peziarah berjalan di pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Jumat (25/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Makam Mbah Moen bergantian didatangi para peziarah asal Indonesia. Saat makam dipadati peziarah, petugas yang menjaga di Ma’la segera datang dan meminta mereka melanjutkan perjalanan.

“Memang berniat berziarah di Ma'la. Rasanya tidak afdol, kalau sudah sampai Makkah tapi tidak ke Ma'la dan ziarah di Makam Mbah Maimoen Zubair," kata Ahmad Zaki, salah satu peziarah dari Brebes, Jawa Tengah.

Zaki mengaku terinspirasi dengan Mbah Moen, anak-anaknya dan santri-santrinya, seperti Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.

"Kami merasa berutang budi kepada beliau. Walaupun kami tabarukan ngajinya lewat online atau langsung ngaji lewat putra beliau yang sangat luar biasa. Semoga dengan berziarah di sini, kami bisa dianggap sebagai santri beliau," ujar Zaki.

Sejumlah calon haji Indonesia berziarah di pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Jumat (25/5/2025). Foto: Moh Fajri/kumparan

Makam Ma'la jaraknya kurang lebih sekitar 1,5 km dari Masjidil Haram. Mustasyar Dinny atau pembimbing ibadah PPIH Arab Saudi, Abdul Moqsith Ghazali, menjelaskan pemakaman itu dinamakan Ma’la atau Mu’alla karena makan ini berupa dataran yang lebih tinggi dari Masjidil Haram.

Di Ma’la, ada makam istri Rasulullah SAW, Sayyidah Khadijah binti Khuwailid yang dikelilingi oleh makam putra-putrinya dan keluarganya.

Banyak pula ulama Indonesia yang dimakamkan di Ma'la. Selain Mbah Moen, ada Syaikh Nawawi Banten, ulama besar pengarang banyak kitab kuning yang menjadi rujukan pondok pesantren di Indonesia. Syaikh Nawawi banyak melahirkan ulama-ulama di Indonesia, antara lain KH Cholil, Bangkalan Madura.

"Ada pula KH Sofyan Miftahul Arifin, ulama asal Situbondo, Jawa Timur, dan juga syaikh Mahfudz Tremas," kata Moqsith.

Sejumlah ulama lainnya, di antaranya Syaikh Ahmad Khatib Sambasi, Syaikh Junaid Betawi, Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, dan Syaikh Yasin Padang juga dimakamkan di Ma'la.

Dua calon haji Indonesia berziarah di pemakaman Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Jumat (25/5/2025). Foto: Andika Wahyu/ANTARA FOTO

Moqsith menjelaskan Ma'la dikenang sebagai pemakamannya orang-orang ahlul jannah (ahli surga). Tak heran apabila Ma'la ini menjadi magnet jutaan muslim di dunia untuk berziarah di sini.

Moqsith menegaskan tidak ada larangan itu melakukan ziarah kubur. Aktivitas itu sudah dilakukan juga di zaman nabi Muhammad SAW.

“Kata nabi, dahulu saya melarang orang untuk berziarah kubur tapi kali ini berziaralah. Karena itu ziarah kubur hukumnya jadi mubah, dibolehkan. Ziarah kubur bukan aktivitas bid’ah karena nabi sendiri yang sering meneladankan ziarah kubur,” terang Moqsith.

“Bahkan nabi sebelum wafat sempat berkunjung ke kuburan Baqi, yaitu dikuburkannya para sahabat nabi, umat islam dikuburkan di Baqi, itu bersebelahan dengan kuburan baginda Rasulullah SAW,” tambahnya.