Besok Gus Ipul Temui KPK, Konsultasi Pengadaan di Sekolah Rakyat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dipimpin Wamensos Agus Jabo Priyono dan Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono menyampaikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Kemensos
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dipimpin Wamensos Agus Jabo Priyono dan Plt. Inspektur Jenderal Kemensos Dody Sukmono menyampaikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Kamis (7/5/2026). Foto: Dok. Kemensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (8/5/2026) besok, untuk melaporkan proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos).

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan Kemensos terhadap pengawasan penggunaan anggaran sekaligus memastikan proses pengadaan barang dan jasa di Kemensos termasuk pada program Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai aturan.

“Kami bersama Pak Wamen, Pak Sekjen akan silaturahmi ke KPK untuk minta nasihat, minta masukan, sekaligus juga kita akan memberikan informasi tentang proses-proses pengadaan di lingkungan Kementerian Sosial,” kata Gus Ipul saat Konferensi Pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Menanggapi isu pengadaan sepatu Sekolah Rakyat yang belakangan viral di media sosial, Gus Ipul juga membentuk tim khusus untuk mendalami dan melakukan penelusuran untuk memperoleh informasi yang lebih utuh.

“Saya menunjuk Pak Wamen dan Pak Irjen untuk melakukan penelusuran, pendalaman, dan melaporkannya dalam minggu depan. Supaya kita bisa lebih jelas mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang isu-isu yang selama ini berkembang di medsos,” tambahnya.

Gus Ipul menjelaskan pihaknya terbuka dan menyambut baik seluruh kritik dan saran dari masyarakat. Seluruh kritik dan saran akan dicermati dan jika memerlukan tindak lanjut, maka akan ditindaklanjuti, seperti salah satunya terkait proses pengadaan di Sekolah Rakyat.

“Semua sepatu tentu untuk siswa sekolah rakyat, semua seragam tentu untuk siswa sekolah rakyat, dan ada juga yang untuk para guru. Tapi semuanya itu dilakukan dengan proses yang transparan melalui proses lelang yang semestinya, namun demikian karena ada hal-hal yang mungkin perlu penjelasan lebih jauh, sekali lagi kami minta Pak Wamen dan Pak Irjen untuk mendalami isu ini dan melaporkannya minggu depan,” jelasnya.

Sebelumnya, Gus Ipul menegaskan isu markup harga sepatu siswa Sekolah Rakyat merupakan hoaks dan memutarbalikkan fakta untuk membentuk narasi negatif.

Pada konferensi pers yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, Gus Ipul menunjukkan potongan narasi beserta foto yang memuat foto dirinya dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah memberikan sepatu ke siswa Sekolah Rakyat. Foto tersebut merupakan potongan dokumentasi kegiatan di Malang pada 2 Mei 2025 lalu.

Sementara sepatu yang diberikan adalah hadiah dari Gubernur Khofifah kepada 10 siswa Sekolah Rakyat yang bersumber dari APBD Pemprov Jawa Timur, bukan hasil pengadaan dari Kemensos.

Dengan demikian, jika membandingkan satu foto sepatu bermerek tertentu yang beredar di media sosial dengan keseluruhan pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat adalah tidak tepat, karena setiap jenis sepatu memiliki fungsi, spesifikasi, dan harga yang berbeda.