BGN Akui Salah soal Keracunan Massal MBG: Kami Sangat Concern Buat Perbaikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Peristiwa keracunan dari menu makan bergizi gratis (MBG) terjadi di beberapa daerah. Salah satu yang terparah di Kabupaten Bandung Barat hingga ditetapkannya kejadian luar biasa (KLB) karena ratusan siswa keracunan.

Selain Bandung Barat, keracunan MBG juga terjadi di Garut dan Banggai Kepulauan.

Badan Gizi Nasional (BGN) selaku badan penanggung jawab program MBG mengakui kesalahan itu dan siap melakukan investigasi menyeluruh.

“Dari kita ngaku aja sudah, BGN salah dalam hal ini,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang kepada wartawan di Artotel Cibubur, Kabupaten Bogor, Kamis (25/9).

Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Nanik menyatakan, insiden keracunan ini juga menjadi kesalahan dari mitra BGN baik itu dapur maupun yayasan karena tidak melakukan pengawasan yang baik.

“Kita enggak nyalahin mana-mana dan tentu mitra juga salah, karena tidak ikut melakukan pengawasan,” tuturnya.

Berkaitan dengan keracunan di Kabupaten Bandung Barat, Nanik menjelaskan terdapat dua dapur dengan satu yayasan yang sama sebagai yang memproduksi MBG di sekitar wilayah Cipongkor.

video from internal kumparan

Saat ini, dapur MBG itu dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan hingga proses investigasi selesai.

“Karena ini ada dua dapur, ternyata kejadiannya itu bukan dari produknya dari satu dapur, tapi dua dapur dan pemiliknya satu yayasan. Ini juga lagi kita investigasi. Dan sekarang kita sudah tutup itu dapur,” papar Nanik.

Ia memastikan, BGN terus berkomitmen untuk terus menekan angka keracunan bahkan hingga tak ada kasus.

“Satu nyawa pun BGN sangat concern. Satu orang pun yang terkena, kami sangat concern untuk melakukan perbaikan,” tutup dia.

video from internal kumparan