BGN Gandeng BIN-BPOM Usut Keracunan Massal MBG, SPPG Bermasalah Dinonaktifkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana dapur makan bergizi gratis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) yang berada di Jalan Kaliurang, Km 5,8, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (7/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana dapur makan bergizi gratis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) yang berada di Jalan Kaliurang, Km 5,8, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Selasa (7/1/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Badan Gizi Nasional (BGN) menindaklanjuti kasus keracunan MBG yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat. Imbas kejadian keracunan massal di Bandung Barat itu, pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

Sejumlah stakeholder dilibatkan untuk mengusut peristiwa tersebut. Mulai dari Polri, Badan Intelijen Negara hingga BPOM.

“Sekarang kami sudah kerja sama dengan Kepolisian, BIN, dan BPOM, kemudian Dinkes, itu melakukan investigasi, investigasi nanti kalau banyak hal, karena di sini di Bandung Barat itu ada dua dapur, pemiliknya satu yayasan,” kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang kepada wartawan di Artotel Cibubur, Kabupaten Bogor, Kamis (25/9).

Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Nanik menuturkan, sebagai langkah awal, BGN telah menutup dua dapur MBG di Kabupaten Bandung Barat, sambil berjalannya proses investigasi.

“Dua KSPPG-nya sekarang dinonaktifkan,” ujarnya.

“Dan nanti, karena kita juga melibatkan polisi, bila teridentifikasi ada unsur-unsur pidana atau kesengajaan, mungkin misalnya setelah nanti dites dari makanan sampel ini nanti ada zat apa, kami pidanakan,” imbuhnya.

Selain stakeholder tersebut, BGN akan membentuk tim independen untuk mengusut kasus keracunan massal MBG.

“Nanti akan ada lagi tim independen terdiri dari ahli kimia, relawan, dan ibu-ibu rumah tangga dan sebagainya. Ini lagi proses dan bahkan sebagian sudah mulai jalan,” ungkapnya.

video from internal kumparan

Sebelumnya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta BGN melibatkan aparat penegak hukum untuk mengusut kasus keracunan MBG.

"Jadi begini, kita turut prihatin terhadap soal kejadian-kejadian makan MBG, yang saat ini terjadi di beberapa tempat," kata Dasco.

"Tentunya kita meminta kepada MBG (BGN) untuk menyikapi hal ini dengan serius, dan lalu kemudian kita juga meminta kepada APH untuk juga ikut melakukan investigasi lapangan, untuk kemudian membedakan mana yang benar-benar keracunan, kelalaian, mana yang kemudian ada hal-hal yang mungkin ya, sengaja begitu kan," sambungnya.