BGN: Sepanjang 2025, Ada 5.914 Korban Keracunan MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waka BGN Bidang Komunikasi Publik & Investigasi, Nanik S. Deyang (tengah), meminta maaf sambil menangis imbas kasus keracunan MBG. Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Waka BGN Bidang Komunikasi Publik & Investigasi, Nanik S. Deyang (tengah), meminta maaf sambil menangis imbas kasus keracunan MBG. Foto: Haya Syahira/kumparan

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap per 25 September 2025 terdapat 5.914 korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini diungkap oleh BGN saat konferensi pers di Kantor BGN, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/9) imbas ribuan kasus keracunan makanan ramai.

BGN membagi data tersebut menjadi 3 wilayah, yang meliputi Wilayah I (Sumatra) sebanyak 1.307 korban, Wilayah II (Jawa) sebanyak 3.610 korban, dan Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, hingga Indonesia Timur) sebanyak 997 korban.

Dihitung secara jumlah kasus, maka Wilayah I terdapat 9 kasus, Wilayah II sebanyak 41 kasus, dan Wilayah III terdapat 20 kasus.

Lauk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan 30 siswa keracunan di SDN Taruna Bakti, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kamis (25/9/2025). Foto: Dok. kumparan

BGN melaporkan lima wilayah dengan jumlah korban tertinggi, yaitu Kota Bandar Lampung dengan 503 orang, Kabupaten Lebong (Bengkulu) sebanyak 467 orang, Kabupaten Bandung Barat 411 orang, Kabupaten Banggai Kepulauan 339 orang, serta Kabupaten Kulon Progo dengan 305 orang.

Dari grafik tren bulanan yang dihimpun BGN, terlihat adanya peningkatan signifikan kasus keracunan pada Agustus dan September 2025.

Pada bulan Agustus tercatat 1.988 korban dari 9 kasus, sementara pada September jumlahnya naik menjadi 2.210 korban dari 44 kasus.