BGN soal Isu Dapur Fiktif MBG: Ada Batas Waktu, Tak Aktif Bisa Terhapus Otomatis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana proses verifikasi calon mitra program MBG di Artotel Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, Kamis (25/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana proses verifikasi calon mitra program MBG di Artotel Kota Wisata, Cibubur, Kabupaten Bogor, Kamis (25/9/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menjelaskan bahwa dalam proses penentuan mitra program MBG, ada proses verifikasi berlapis sebelum dinyatakan memenuhi syarat sebagai mitra. Hal itu ia jelaskan dalam rangka menanggapi terkait adanya isu dapur fiktif MBG.

Nanik menyebutkan, yayasan yang mendaftar sebagai mitra MBG akan melalui tahap verifikasi dan diberi waktu untuk pengajuan dan pembangunannya. Apabila tak ada aktivitas, maka proses pengajuan akan otomatis terhapus.

“Isu dapur fiktif ini sebetulnya orang kan mendaftar-mendaftar itu ada batas waktunya. Kalau 45 hari kita lihat dia tidak ada aktivitas pelaporan, tidak ada kegiatan membangun dan sebagainya, itu secara sistem sudah ter-delete,” kata Nanik kepada wartawan di Artotel Cibubur, Kabupaten Bogor, Kamis (25/9).

Nanik menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan edaran kepada dapur-dapur MBG bahwa dapur yang bermasalah akan ditutup sementara. Di sisi lain, proses persyaratan untuk menjadi mitra pun terus diperketat BGN untuk menekan angka keracunan penerima manfaat.

“Persyaratan sekarang kita perketat dalam verifikasi ini, semua harus berdasarkan juknis, bahkan nantinya kita sudah juga membentuk tim untuk turun apakah, karena kadang ini karena saking banyaknya apakah kita, kan ini mereka kirim foto, itu biasanya memang ada sebelum kita verifikasi itu ada lagi yang SPPG,” ungkapnya.

Lebih jauh, Nanik juga menjelaskan bahwa setiap dapur MBG harus memedomani petunjuk teknis yang sudah dibuat BGN. Menurut dia, jika petunjuk teknis ini diaplikasikan dengan baik, tidak akan ada lagi kasus keracunan.

“Kita tidak main-main lagi, karena semua kalau mengikuti juknis dapur ini, sangat higienis dan nggak mungkin terjadi hal-hal yang seperti kita inginkan,” jelasnya.

“Misalnya sampai lantai harus diepoksi, supaya nggak ada kuman yang bisa naik, meja juga harus stainless misalnya, ruang packaging harus memakai AC pendingin, harus punya freezer yang besarnya sekian dan sekian,” imbuhnya.

Dapur MBG Halim, ruangan khusus untuk proses pengemasan menu MBG, ruang masak, gudang material beku, gudang material kering, ruang alat kebersihan, ruang penyiapan daging dan ikan, serta ruang penyiapan sayur dan buah, Senin (6/1/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan

Di sisi lain, pemerintah juga terus mendorong pembukaan dapur MBG baru ke penjuru Indonesia. Wakil Kepala BGN, Brigjen Pol Sony Sonjaya menyebutkan sudah ada 32 ribu calon mitra BGN yang sedang dilakukan proses verifikasi.

“10.920 (calon mitra MBG) adalah data yang belum diverifikasi. Sedangkan data yang sudah diverifikasi dan sekarang berada dalam proses persiapan ada 13.506. Kemudian 61 itu mereka yang sudah selesai membangun dan menyatakan sudah siap 100 persen,” jelas Sony di lokasi yang sama.

“Jadi total keseluruhan saat ini SPPG yang sudah lulus verifikasi, tadi pagi ya, tadi pagi 9.230. Yang dari 9.230 tersebut 8.000 sekian sudah beroperasi,” tutup dia.