BGN Sumut Tutup SPPG di Medan Usai Siswa SD Keracunan MBG

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Getty Images/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keracunan makanan. Foto: Getty Images/kumparan

Sebanyak 17 siswa dari sekolah SD Negeri 060870 Kota Medan diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (9/10).

Belasan siswa tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Imelda Kota Medan untuk mendapatkan perawatan medis.

Akibat kejadian tersebut, Badan Gizi Nasional Provinsi Sumatera Utara menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG tersebut.

"Sudah kami tutup langsung," kata Kepala BGN Sumut Yoga Arizanto saat dikonfirmasi, Jumat (9/10).

Yoga mengatakan bahwa menu MBG yang dikonsumsi oleh para siswa masih perlu diobservasi.

Namun, menu MBG yang dikonsumsi para siswa tersebut meliputi nasi putih, telur bebek semur, susu plain, tauco kacang panjang, terong hijau, tahu kering, dan buah salak.

"(Kami) observasi (menunya)," ucap Yoga.

Siti Nurjanah, orang tua siswa SD yang diduga menjadi korban keracunan MBG saat ditemui di rumah sakit Medan, Jumat (9/10/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Siti Nurjanah (33), selaku orang tua siswa mengatakan awalnya melihat seorang guru sedang panik. Lalu, ia melihat ada teman anaknya yang muntah.

"Jadi saya tanya sama orang tua teman anak saya 'anakmu kenapa?', keracunan katanya. Jadi saya tengok langsung lari ke ruangan anak saya. Engga ada, rupanya dia dikumpulkan (di) bagian anak yang keracunan," ucap Siti saat ditemui di rumah sakit Imelda, Jumat (9/10).

Siti menuturkan, anaknya mengalami kondisi mual dan perutnya sakit. Namun, setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit kondisinya telah membaik.

"Sekarang sudah mulai membaik anak saya," ujar Siti.

Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi saat ditemui di rumah sakit Medan, Jumat (9/10/2026). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Medan, Erfin Fahrurrazi menjelaskan bahwa pihak pemerintah Kota Medan kemudian turun langsung untuk mengecek kondisi para siswa.

Sebanyak 17 siswa dibawa ke Rumah Sakit Umum Imelda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

"Memastikan dan melihat bagaimana kondisi anak-anak kita tadi yang indikasinya karena ada muntah-muntah. Langsung responsnya dibawa ke rumah sakit. Sampai saat ini sudah kita cek, ada dari 17 orang total yang reaksinya tadi muntah-muntah ya. Kemudian ada mual dan sebagainya, ini sudah dilakukan perawatan," kata Erfin.

Erfin mengatakan, 11 siswa SD telah diperbolehkan pulang ke rumah dan kondisinya stabil, sedangkan 6 siswa lagi masih dilakukan pemantauan.

"11 orang ini sudah bisa kembali ke rumah ya. Tapi walaupun demikian nanti tetap dipantau. Nah, untuk ada lagi 6 orang, saat ini juga masih sedang dipantau," imbuh Erfin.

Erfin menduga indikasi penyakit muntah dan mual yang dialami oleh para siswa disebabkan keracunan makanan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium dari sampel makanan tersebut.

"Indikasinya memang ya faktornya karena makanan. Tapi nanti hasil lab-nya yang bisa menyatakan seperti itu. Tapi indikasinya ada mengarah ke situ, tapi nanti kan investigasi yang bisa dilakukan nanti kan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Ini akan melalui Badan Gizi Nasional (BGN)," jelas Erfin.

Erfin berharap agar kejadian tersebut menjadi evaluasi bagi SPPG yang berada di Kota Medan dan melaksanakan sesuai dengan prosedurnya.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan evaluasi juga ya. Setiap SPPG-SPPG memastikan setiap pelaksanaannya sesuai dengan SOP-nya. Nanti artinya sesuai dengan kewenangan masing-masing. Tentu mungkin ada langkah-langkah yang dilakukan, investigasi mungkin dari internal," pungkas Erfin.