BGN Tutup Dapur SPPG Terkait Keracunan MBG, Polisi Turut Selidiki

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nanik S Deyang. Foto: Facebook/@SUARA Nanik S Deyang
zoom-in-whitePerbesar
Nanik S Deyang. Foto: Facebook/@SUARA Nanik S Deyang

Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat kasus keracunan massal hingga waktu yang belum ditentukan.

“Kami prihatin atas yang terjadi belakangan terutama di bulan September. Setiap ada kejadian pasti SPPG langsung kami tutup dalam waktu yang tidak ada batasnya,” ujar Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang saat dihubungi kumparan, Rabu (24/9).

Nanik menambahkan, soal tindak lanjut hukum bukan menjadi kewenangan BGN. Pihaknya pun bekerja sama dengan polisi untuk penyelidikan.

“Kalau masalah hukum itu ranahnya APH (aparat penegak hukum) dan polisi sekarang juga terus menyelidiki,” katanya.

Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan menimbulkan kasus keracunan massal di Bandung Barat, Garut hingga Banggai.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut, pihaknya akan melakukan evaluasi pola produksi di dapur SPPG di seluruh wilayah. Setiap dapur SPPG khususnya yang baru beroperasi diinstruksikan tidak memproduksi menu dalam jumlah banyak.

“Jadi saya kan sudah menginstruksikan untuk memulai kegiatan dari jumlah kecil ya. Memang untuk awal-awal baiknya 2 sekolah dulu, 3 sekolah dulu, sampai terbiasa seperti itu, dan sepertinya yang lagi SPPG ini (Cipari) dia berusaha untuk dalam jumlah besar di awal. Jadi itu ada kesalahan teknis,” ujar Dadan.

Dadan juga meminta menu makanan untuk program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu diproses tidak lebih dari 4 jam sebelum dikonsumsi.