Biang Kerok Perang Saudara Pecah di Sudan: Perebutan Kekuasaan Dua Jenderal

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase foto Panglima Angkatan Darat Sudan Abdel Fattah al-Burhan (kiri) dan komandan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter Sudan, Jenderal Mohamed Hamdan Daglo (Hemedti). Foto: ASHRAF SHAZLY/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kolase foto Panglima Angkatan Darat Sudan Abdel Fattah al-Burhan (kiri) dan komandan Pasukan Dukungan Cepat paramiliter Sudan, Jenderal Mohamed Hamdan Daglo (Hemedti). Foto: ASHRAF SHAZLY/AFP

Sudan terjerembab ke perang saudara. Padahal negara ini sedang mempersiapkan transisi dari ke pemerintahan sipil usai kudeta pada 2019 lalu.

Penyebab utama konflik adalah pertikaian dua jenderal yaitu Abdel Fattah al-Burhan dan Mohamed Hamdan Dagalo. Al-Burhan adalah Panglima Militer Sudan dan Dagalo bos dari kelompok paramiliter berpengaruh Rapid Support Forces (RPF).

Akibat dari pertikaian itu sebanyak puluhan orang kehilangan nyawa. Sedangkan ratusan lainnya luka-luka.

Pesawat sipil di Bandara Internasional Khartoum, Sudan, terbakar buntut baku tembak pada Sabtu (15/4/2023). Foto: Dok. Istimewa

Sebenarnya apa yang membuat al-Burhan dan Dagalo bersaing memperebutkan kekuasaan di negara kaya sumber daya alam itu?

Sebelum pertikaian pecah pada pekan lalu, al-Burhan dan Dagalo ada sekutu. Mereka bekerja sama melengserkan Presiden tangan besi Omar al-Bashir empat tahun lalu. Kemudian kedua orang memainkan peran vital pada kudeta lanjutan pada 2021.

Masalah kemudian muncul ketika RSF akan diintegrasikan jadi bagian dari militer pada pemerintahan sipil Sudan di masa depan.

Masalahnya ada pada siapa yang paling berkuasa, siapa yang harus tunduk pada kuasa?

Dagalo dan RSF meski bukan bagian resmi militer, namun dalam beberapa tahun terakhir Dagalo menikmati kekuasaan makin besar di Sudan.

Itu dimulai pada awal 2000-an, tepatnya pada konflik Darfur ketika Dagalo memimpin kelompok tentara Janjaweed. Mereka dikenal bengis dan pelanggar HAM.

Eks Presiden Sudan Omar al-Bashir diadili atas kasus korupsi. Foto: Reuters

Kelompok itu dipakai Al-Bashir di Darfur. Ia bahkan meresmikan kelompok itu menjadi kelompok paramiliter yang dikenal sebagai Unit Intelijen Perbatasan tepatnya pada 2007.

Pada 2013, Bashir membentuk RSF yang diawasi dirinya dan dipimpin Dagalo.

Pada 2019 Dagalo berubah haluan, ia melawan Bashir. Tetapi di tahun itu juga Dagalo memerintahkan RSF melepaskan tembakan ke demonstran anti-Bashir. Sebanyak 118 orang dilaporkan kehilangan nyawa.

Ketika Bashir dikudeta, Dagalo malah ditunjuk jadi deputi Dewan Kedaulatan yang bertugas membawa Sudan ke pemerintahan sipil. Posisi itu pula yang membuat Dagalo dan RSF makin berkuasa.

Sosok Militer Terkuat

Asap mengepul di Omdurman, dekat Jembatan Halfaya, saat bentrokan antara Pasukan Dukungan Cepat Paramiliter dan tentara terlihat dari Khartoum Utara, Sudan, Sabtu (15/4/2023). Foto: Mohamed Nureldin Abdallah/REUTERS

Kekuasaan Dagalo hanya bisa disaingi oleh Burhan. Kini, Burhan dipandang sebagai pemimpin paling penting di Sudan.

Setali tiga uang dengan Dagalo, karier militer Burhan meroket sejak Bashir dikudeta.

Ia juga memainkan peranan penting ketika konflik Darfur pecah. Burhan disebut-sebut sebagai satu dari dua orang pertama yang memimpin serangan ke Darfur.

Saat perang saudara antara RSF dan Militer pecah akhir pekan lalu, Burhan mengeklaim pasukannya berhasil menguasai beberapa situs utama.

Perang saudara di Sudan pun membuat masa depan negara ini samar. Sebab, militer dan RSF sama-sama punya kekuatan besar. RSF menyatakan, punya 70 ribu pasukan. Semuanya terlatih dan dilengkapi persenjataan muktahir.

Sedangkan militer Sudan di bawah jenderal Burhan punya kekuatan sampai 220 ribu prajurit. Mayoritas tentara Sudan menyatakan loyal terhadap Burhan.

Meski perdamaian di negara ini terlihat samar, dua negara tetangga Sudan, Sudan Selatan dan Mesir, telah mengajukan diri sebagai mediator konflik. Namun, tawaran itu masih belum dijawab kedua pihak bertikai.