Bibit 90S Berpeluang Tinggi Jadi Siklon, Ini Dampaknya bagi Jawa-Bali

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bibit siklon tropis 90S berdampak pada Jawa-Bali (warna oranye), 4 Maret 2026. Foto: Dok. BMKG
zoom-in-whitePerbesar
Bibit siklon tropis 90S berdampak pada Jawa-Bali (warna oranye), 4 Maret 2026. Foto: Dok. BMKG

BMKG terus memantau perkembangan Bibit Siklon Tropis 90S yang terbentuk pada 28 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di wilayah monitoring TCWC Jakarta.

Bibit badai tersebut saat ini berada di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah dan saat ini menguat.

“Bibit Siklon ini berpeluang Tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis,” ujar BMKG, Rabu (4/3).

Bibit siklon ini bergerak ke arah timur dalam periode 24 jam ke depan.

Adapun dampak tidak langsung adalah:

Hujan intensitas sedang–lebat

• Jawa Barat

• Jawa Tengah

• Yogyakarta

• Jawa Timur

• Bali

Ilustrasi gelombang tinggi Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Gelombang 1,25–2,5 m

• Samudera Hindia barat Kep. Mentawai hingga Bengkulu.

Gelombang 2,5–4,0 m

• Samudera Hindia barat Lampung hingga Jawa Tengah.

• Selat Sunda

• Samudera Hindia selatan NTB

"Masyarakat di wilayah terdampak, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi yang dapat memengaruhi keselamatan aktivitas di laut maupun di wilayah pesisir," pesan BMKG.

Ilustrasi angin kencang Foto: REUTERS/Alvin Baez