Bibit Siklon 91S Turut Pengaruhi Cuaca Ekstrem di Tangerang dan Tangsel
ยทwaktu baca 2 menit

BMKG Wilayah II memasukkan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan pada level AWAS dalam peringatan dini hujan untuk Jumat (23/1). AWAS artinya hujan berpotensi turun sangat lebat hingga ekstrem.
Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi dinamika atmosfer sehingga level AWAS ditetapkan untuk Tangerang Raya. Faktor tersebut adalah bibit Siklon Tropis 91S, menguatnya Monsun Asia, ENSO fase negatif (La Nina), aktifnya MJO, dan gelombang atmosfer.
"Kondisi ini didukung suhu muka laut hangat dan kelembapan udara tinggi,โ ungkap BMKG Wilayah II yang memonitor cuaca di 7 provinsi bagian barat Indonesia ini.
Adapun bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada 21 Januari. Bibit badai ini berada di sekitar Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan bergerak perlahan ke arah selatan-tenggara.
Pada Kamis (22/1), cuaca ekstrem juga menerpa Tangerang Raya sehingga turut menjadi faktor banjir di sejumlah titik, antara lain di Pondok Aren, Ciledug, Pondok Kacang Timur, Cipondoh, dan Cikande.
Sementara itu, untuk Sabtu besok tidak ada peringatan dini hujan level AWAS di Banten.
Banjir di Cikande 2,5 Meter
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, mengatakan bahwa bencana banjir melanda Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, dengan ketinggian volume air mencapai 2,5 meter.
"Saat ini ketinggian air berkisar 70 sentimeter hingga 2,5 meter," kata Komandan Regu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pos Cisoka, Guruh di Tangerang, Kamis (22/1) dikutip dari Antara.
Dia mengatakan, luasan banjir kini telah melanda dua RW yang ada di perumahan Cikande. Ketinggian air terus mengalami peningkatan. Pasalnya aliran Sungai Cidurian masih terus meluap ke permukiman warga.
"Yang terdampak itu RW 02 dan RW 03. Saat ini baru sekitar 122 keluarga yang terkonfirmasi terdampak," ujar Guruh.
