Bila saat Cek Kesehatan Gratis Sakit Jantung, Warga Dapat Fasilitas Tambahan?
·waktu baca 3 menit

Program cek atau pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) untuk masyarakat yang sedang berulang tahun dimulai hari ini, Senin (10/2). Lalu, bilamana saat cek kesehatan gratis ternyata memilik sakit jantung?
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan bila masyarakat ternyata memiliki penyakit darah tinggi, maka akan dikasih obat.
Selain itu, masyarakat bisa meminta kepada pihak puskesmas untuk mengecek BPJS pasien.
"Ini kan penyakit bertahap, kalau itu sakitnya darah tinggi kita tinggal kasih obat saja di sini. Kalau ternyata darah tinggi terus kolesterolnya tinggi itu dicek tuh, EKG jantungnya, kalau ndak ada apa-apa balik (ke rumah), dikasih obat saja," kata Budi kepada wartawan di Surabaya, Senin (10/2).
Budi menyampaikan, jika saat cek kesehatan gratis ditemukan penyakit jantung, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit.
Lalu, pasien akan dicek status BPJS-nya. Bila tidak punya, maka pasien akan menanggung biayanya sendiri.
"Itu mungkin 80 persen seperti itu, nah sisanya mungkin ada yang sakit. Diperiksa jantungnya oh ternyata ada kemungkinan kena serangan jantung, terus kelihatan," terangnya.
"80 persen seperti itu sisanya ada yang sakit tuh, pemeriksaan jantungnya kemungkinan kena serangan jantung, kelihatan tuh dari catatan EKG-nya. Sama puskesmas lalu dirujuk ke rumah sakit. Pada saat dirujuk rumah sakit inilah dia butuh BPJS. Kalau enggak ada BPJS mesti bayar sendiri," lanjutnya.
Jenis Pemeriksaan
Berikut jenis pemeriksaan kesehatan gratis di puskesmas berdasarkan siklus hidup:
Skrining bayi baru lahir
Kekurangan hormon tiroid bawaan
Kekurangan enzim pelindung sel darah (G6PD)
Kekurangan hormon adrenal bawaan
Penyakit jantung bawaan kritis
Kelainan saluran empedu
Pertumbuhan (berat badan, tinggi badan)
Skrining balita dan anak prasekolah
Pertumbuhan
Perkembangan
Tuberkulosis
Telinga
Mata
Gigi
Talasemia (Pemeriksaan darah pada usia 2 tahun saja)
Gula darah (Pemeriksaan darah pada usia 2 tahun saja)
Skrining Dewasa dan Lansia
Merokok
Tekanan darah
Gula darah
Tuberkulosis
Risiko stroke, risiko jantung (≥ 40 tahun)
Fungsi ginjal (≥ 40 tahun)
Kanker payudara (≥ 30 tahun)
Kanker leher lahir (≥ 30 tahun)
Kanker Paru (≥ 45 thn)
Kanker Usus Besar (≥ 50 thn)
Geriatri (≥ 60 thn)
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Telinga
Mata
Gigi
Hati (Hepatitis B, C, Sirosis)
Calon Pengantin (HB, Sifilis, HIV)
Gizi
Jiwa
Tingkat aktivitas fisik
SD (7-12 Tahun)
Telinga
Mata
Gigi
Jiwa
Gizi
Hati (Hepatitis B)
Tekanan Darah
Tuberkulosis
Merokok (Kelas 5-6)
Tingkat Aktivitas Fisik (Kelas 4-6)
Gula Darah
SMP (13-15 Tahun)
Telinga
Mata
Gigi
Jiwa
Gizi
Hati (Hepatitis B dan C)
Tekanan Darah
Tuberkulosis
Merokok
Tingkat Aktivitas Fisik
Gula Darah
Talasemia (Kelas 7)
Anemia Remaja Putri (Kelas 7)
SMA (16-17 Tahun)
Telinga
Mata
Gigi
Jiwa
Gizi
Hati (Hepatitis B dan C)
Tekanan Darah
Tuberkulosis
Merokok
Tingkat Aktivitas Fisik
Gula Darah
Anemia Remaja Putri (Kelas 10)
