Bila Sandiaga Tak Jadi Cawapres Ganjar, PPP Bakal Alihkan Dukungan?

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo bertemu di podcast Kaesang Pangarep. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo bertemu di podcast Kaesang Pangarep. Foto: Dok. Istimewa

Waketum PPP Arsul Sani mengungkap adanya pembahasan internal partai terkait nasib dukungan kepada Ganjar Pranowo jika Sandiaga Uno tidak menjadi cawapres di 2024. Ia menyebut diskusi itu sudah berkembang di kalangan internal.

"Itu justru sedang berkembang sekarang ini di internal itu diskursus, kalau ternyata Pak Sandi Uno itu tidak dipilih sebagai cawapres, lalu bagaimana sikap PPP itu? Gitu lho. Itu memang berkembang sekarang. Saya harus akui itu berkembang," kata Arsul di Gedung DPR, Senayan, Rabu (9/8).

"Kenapa kok itu berkembang? Karena di PPP itu jujur saja, yang mendukung Mas Ganjar banyak, yang mendukung Mas Anies juga lumayan banyak, yang mendukung Pak Prabowo juga lumayan banyak. Ini partai walaupun kecil tapi itu tadi, ini kan berbeda, tidak bisa partai ini dikomando misal 'Eh kau harus tegak lurus nggak boleh tengok kanan tengok kiri'. Nggak bisa kalau di PPP," sambungnya.

Waketum PPP, Arsul Sani di Hotel St Regis, Jakarta, Senin (13/2/2023). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Apalagi, Arsul menyebut PPP selama ini demokratis membiarkan kadernya memiliki sikap terkait 2024.

"Itu mau dibilang kelemahan ya boleh saja kelemahan. Tapi bagi orang seperti saya, ya itulah kenapa saya masuk politik, masuk partai kenapa kok milihnya PPP. Karena saya memang bukan orang yang tipe gitu. Saya orang profesional kok. Kenikmatan saya juga ada di situ," ucapnya.

Dia mengatakan pembicaraan mengenai dukungan terhadap Ganjar muncul karena PPP tidak terikat kontrak apa pun dengan PDIP.

"Karena memang yang saya pahami PPP itu kan mendukung Ganjar itu kan tanpa kontrak politik apapun. Pokoknya mendukung. Dan itu hal yang wajar juga kalau saya lihat. Kenapa? Seperti yang bolak-balik saya sampaikan, keluarga besar mertuanya Mas Ganjar itu kan memang keluarga besar PPP di Purbalingga," ucapnya.

"Iyalah wong ayah mertuanya itu 20 tahun jadi ketua DPC PPP, bahkan kemudian diteruskan oleh kakak iparnya, kakak ipar atau adik ipar Mas Ganjar. Rumahnya juga jadi kantor DPC PPP," tandas Arsul.