Bila Terpaksa Pakai Sandal Saat Naik Motor, Opsi ini Bisa Jadi Pilihan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masyarakat sekitaran Stasiun Pasar Minggu, tidak memakai sepatu saat mengendarai motor, Rabu (15/6/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat sekitaran Stasiun Pasar Minggu, tidak memakai sepatu saat mengendarai motor, Rabu (15/6/2022). Foto: Haya Syahira/kumparan

Polisi menegaskan tidak akan menilang pengendara motor yang menggunakan sandal saat berkendara. Namun, tetap diimbau untuk menggunakan sepatu guna meminimalisir fatalitas akibat kecelakaan di jalan.

Sebab, saat ini masih banyak masyarakat yang lebih nyaman menggunakan sandal saat berkendara, apalagi untuk jarak tempuh yang dekat.

Pengendara sepeda motor yang masih menggunakan sandal di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ketua Bidang Road Safety & Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani, imbauan kepolisian untuk tidak menggunakan sandal saat berkendara dianggap penting.

Namun, jika masyarakat tetap ingin menggunakan sandal saat berkendara untuk berpergian dengan jarak tempuh yang dekat, harus dipastikan memiliki perlindungan yang layak.

“Saya pikir bukan ke soal sepatu atau jangan sandal jepit, yang saya tangkap [imbauan Kakorlantas] adalah alas kaki yang layak dan bisa melindungi kaki dengan baik,” kata Victor kepada kumparan, Kamis (16/6).

video youtube embed

Menurut Victor, jenis sandal yang digunakan masyarakat jika ingin berkendara harus semaksimal mungkin bisa melindungi kakinya guna meminimalisir potensi kecelakaan.

Lantas alas kaki apa yang cocok bagi masyarakat jika ingin berpergian ke warung atau pasar dengan jarak tempuh yang dekat?

Victor menyarankan, masyarakat bisa menggunakan alas kaki yang tebal dan tidak licin seperti sandal gunung, guna memberikan perlindungan maksimal saat berkendara.

Masyarakat sekitaran Pasar Minggu tidak memakai sepatu saat mengendarai motor, Rabu (15/6/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan

“Sandal pun kalau (bentuk dan ukurannya) bisa melindungi maksimal ya bisa-bisa saja dipakai. Lagian kan soal potensi kecelakaan bisa saja di gang kecil, jalan ke warung atau tidak hanya di jalan raya. Kalau saya sih lebih ke apa pun itu untuk meminimalisir potensi kecelakaan,” ungkapnya.

“Misalnya sandalnya tidak terlalu tipis dan licin. Bisa juga sebagai gambaran, sandal gunung yang ada ikatannya dan alasnya nempel di kaki, atau ujungnya rapat dan melindungi kalau kebentur atau tergesek,” tambahnya.

Masyarakat sekitaran Pasar Minggu tidak memakai sepatu saat mengendarai motor, Rabu (15/6/2022). Foto: Ainun Nabila/kumparan

Untuk itu, Victor juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap memikirkan perlindungan kaki saat berkendara guna mengantisipasi fatalitas akibat kecelakaan.

“Dalam soal safety, saya pikir kita harus zero tolerance dengan apa pun itu yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, termasuk mengenai imbauan untuk tidak menggunakan sandal jepit atau alas kaki yang tidak layak,” pungkasnya.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi menjelaskan pentingnya menggunakan sandal jepit saat berkendara. Menurut dia, tak ada perlindungan bagi kaki jika berkendara menggunakan sandal seadanya.

“Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas,” kata Firman di Polda Metro Jaya, Senin (13/6).

Pengendara sepeda motor yang masih menggunakan sandal di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Ia menjelaskan pentingnya nyawa saat berkendara. Sehingga ia berharap masyarakat dapat lebih peduli dengan perlengkapan saat berkendara guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita? Tolong itu juga dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada,” imbaunya.

Untuk itu, Firman berharap pengendara tak menggampangkan perlengkapan saat berkendara, karena helm berstandar baik serta alas kaki yang benar dapat meminimalisir cedera bila terjadi kecelakaan.

“Ini gunanya helm standard, pakai sepatu, masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja, moga-moga kita tidak termasuk,” jelasnya.

“Tapi itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun, sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” tutup Firman.