Bima Arya: Bogor dan Jakarta Waspada Banjir hingga Mei

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anies dan Bima Arya di Bendungan Katulampa Foto: Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anies dan Bima Arya di Bendungan Katulampa Foto: Moh Fajri/kumparan

Sejumlah daerah di Jakarta kembali diterjang banjir. Kali ini, banjir disebabkan air kiriman dari Bogor karena wilayah itu terus menerus diguyur hujan.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait kondisi bendung Katulampa yang berdampak pada banjir. Dia memperkirakan, warga harus tetap waspada banjir hingga Mei.

"Ini kita waspada, ini sampai bulan Mei waspada," kata Bima Arya usai kunjungan ke KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/4).

Suasana Banjir di Rawajati, Pancoran. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dengan kondisi ini, Bima langsung mengumpulkan para lurah dan camat. Mereka harus sudah bersiaga bila ketinggian air di bendung Katulampa sudah memasuki siaga 2. Mereka juga harus langsung turun ke lapangan untuk memberi informasi kepada warga bila tinggi air sudah siaga 1.

"Terus semalam kita berkoordinasi dengan para camat, lurah untuk stand by begitu siaga 2 sudah stand by, begitu siaga 1 langsung turun ke lapangan dan sebarkan informasi sampai warga Jakarta dalam waktu 8 jam air itu akan sampai," jelas dia.

Suasana saat Banjir di Kalibata akibat dampak naiknya air di Bendung Katulampa. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dia juga terus berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait kondisi terkini bendung Katulampa. Dia menilai, Jakarta sudah punya sistem yang baik dalam penanggulangan banjir sehingga dampaknya tak separah tahun-tahun sebelumnya.

"Saya melihat sekarang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya ketika siaga satu sudah pasti banjirnya parah. Tetapi kemarin itu siaga satu 258 cm biasanya Jakarta luar biasa banjirnya tetapi ini rasanya lebih terkendali," ucap dia.

embed from external kumparan

Banjir kiriman ini merendam 9 kelurahan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Ratusan rumah terendam banjir dengan tinggi bervariasi hingga 3 meter. Sedikitnya ada 92 warga yang mengungsi akibat banjir.