Bima Arya: Kecil Kemungkinan Aklamasi dalam Pemilihan Ketum PAN

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Walikota Bogor, Bima Arya.
 Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Walikota Bogor, Bima Arya. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menjadi salah satu kandidat Ketua Umum PAN dalam Kongres pada 2020.

Selain Bima Arya, ada nama petahana Zulkifli Hasan, Ketua Fraksi PAN di DPR periode 2014-2019 Mulfachri Harahap, Ketua Fraksi PAN DPR Hanafi Rais, dan mantan Menteri PAN-RB Asman Abnur.

Menurut Bima Arya, banyaknya calon ketum PAN membuat kemungkinan aklamasi dalam kongres kecil terjadi.

"Menurut saya kecil kemungkinan aklamasi karena banyak kandidat," ujar Bima Arya saat ditemui di Rakernas PAN 2019 di Hotel Milennium, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12).

Bima menilai, kecilnya kemungkinan aklamasi dipengaruhi kader PAN di daerah yang memiliki pandangan sendiri terkait calon ketum partai berlambang matahari itu.

Bima Arya Sugiarto menghadiri Rapat Kerja Nasional Partai Amanat Nasional (PAN) Tahun 2019 di Millennium Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

"Kalau saya membaca kelihatannya ada pandangan-pandangan yang harus diapresiasi, dihargai di daerah-daerah. jadi saya kira saya melihat kecil kemungkinan aklamasi," ucap Bima.

"Nanti saatnya kelihatannya ada proses demokrasi yang cukup menarik dan dinamis di tubuh partai ini di awal tahun depan di kongres," sambungnya.

Bima berpendapat, kader PAN tak dapat diintervensi untuk memilih calon tertentu. Sebab kader PAN, kata Bima, cukup cerdas menggunakan hak suara demi kemajuan partai.

"Saya kira tidak ada tekanan. Jadi begini ya kalau bilang ada tekanan ada intervensi dan sebagainya saya kira enggak. Sejarah mencatat Kongres PAN ini tidak ada intervensi dari luar," kata Bima yang menjabat Waketum PAN ini.

"Kader PAN sendiri yang menentukan kader PAN ini intelek dan sangat sudah tercerahkan. Jadi insyaallah prosesnya dinamis dan demokratis," tutupnya.

kumparan post embed