Bima Arya: RS Penuh, Wali Kota Tak Bisa Apa-apa, Makanya Warga Taat Prokes

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor

Tingkat keterisian RS di Kota Bogor hampir penuh karena meningkatnya jumlah pasien corona. Wali Kota Bima Arya menyebut secara rata-rata bed occupancy ratio (BOR) di Kota Bogor sudah mencapai 83 persen, sementara BOR RSUD Kota Bogor sudah 91 persen.

Atas kondisi ini, ia mengaku tak bisa berbuat lebih, apalagi mengatur jumlah pasien corona yang dirujuk ke rumah sakit. Yang bisa ia lakukan saat ini adalah mengerahkan penambahan tempat isolasi dan perawatan pasien corona.

“Secara umum di Kota Bogor 83 persen. Faktanya penuh. Sekarang siapa pun sulit. Saya Wali Kota tiap hari diminta oleh warga banyak sekali dan saya tidak bisa apa-apa, tidak mungkin saya meminta potong antrean karena yang mengantre di sini sudah banyak. Enggak mungkin,” ujarnya saat meninjau tempat isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6).

"Makanya kami berupaya menambah tempat tidur isolasi," lanjutnya.

kumparan post embed

Selain berupaya menambah tempat isolasi, Bima Arya juga meminta semua pihak, termasuk masyarakat membantu mengatasi lonjakan corona dengan terus disiplin prokes.

Jadi, Wali Kota pun tidak bisa apa-apa. Makanya pengertian kepada warga, tolong empati kepada nakes semuanya. Patuhi prokes, faktanya (RS) penuh.

--Wali Kota Bogor Bima Arya.

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor

Ia memastikan Pemkot Bogor terus berupaya meningkatkan kapasitas tempat tidur dengan menyiagakan tenda darurat hingga tempat isolasi berbasis masyarakat secara swadaya di tingkat kelurahan.

Tempat isolasi yang dimanfaatkan mulai dari kost-kostan, wisma, hingga gedung serbaguna. Meski demikian, menurut Bima Arya, kelayakan tempat isolasi harus mendapat izin dari Dinkes Kota Bogor.

“Ada puluhan titik di enam kecamatan se-Kota Bogor. Tapi akan diverifikasi kelayakannya oleh wilayah dan Dinkes agar berjalan cepat, karena kita butuh cepat. Nanti sistemnya swadaya, warga sekitar urunan sumbangan untuk dicari kasurnya dan lain sebagainya. Karena kalau proses anggaran normal tidak mungkin terkejar,” ungkap Bima Arya.

Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau lokasi isolasi di Kelurahan Cimahpar, Kelurahan Babakan dan Kelurahan Curug, Rabu (30/6). Foto: Pemkot Bogor

Sementara pengawasan tempat isolasi ini dilakukan puskesmas setempat dengan Satgas COVID-19 kelurahan.

Selain itu, juga didirikan tenda perawatan darurat di sudut RSUD Kota Bogor dan Rumah Sakit Lapangan COVID-19 di GOR Pajajaran.

“Pekan ini tenda darurat beroperasi, wisma isolasi berbasis masyarakat beroperasi, Rumah Sakit Lapangan beroperasi. Jadi kita bisa tambah ratusan tempat tidur untuk isolasi,” pungkas Bima Arya.