Bimbim 'Slank' ke Jokowi soal Hukuman Kasus Obat Ilegal: Didor, Pak!

Presiden Joko Widodo sempat berdialog santai dengan drummer grup band Slank, Bimbim, saat menyampaikan pidato di Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat hari ini. Keduanya membahas soal bahaya narkoba dan tindakan apa yang harus diambil kepolisian untuk memberikan efek jera kepada pengguna.
Awalnya, Jokowi yang tengah memberikan sambutan, meminta Bimbim untuk maju ke depan dan berbincang dengannya.
"Bimbim atau Kaka maju. Depan sini, jauh-jauh amat," tanya Jokowi kepada Bimbim di Lapangan Utama Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10).
Kemudian, sesi dialog pun dimulai.
"Gimana mengenai obat ilegal ini, apa yang harus kita lakukan," tanya Jokowi.
"Obat ilegal, kalau aku ngelihat ya, Pak. Itu gerbang masuk ke narkoba," jawab Bimbim.
"Jadi obat ilegal gerbang masuk ke narkoba," tanya Jokowi lagi.
"Iya. Jadi biasanya anak-anak kelas 6 SD, SMP, itu belajarnya dari situ, Makanya serius banget ini bahanya," jawabnya.

Jokowi kemudian bertanya kepada Bimbim sikap tegas apa yang harus dilakukan oleh aparat kepolisian bagi pengguna narkoba. Bimbim lalu menjawab sebaiknya polisi memberikan hukuman maksimal. Tapi, Jokowi tampaknya tak puas dengan jawaban Bimbim itu.
"Jadi apa yang harus dilakukan Polri untuk menghadapi obat ilegal ini," tanya Presiden.
"Maksimal, hukuman maksimal," jawab Bimbim.
"Hukuman maksimal?" tanya Jokowi lagi.
"Dor, Pak!," jawab Bimbim.
"Ya sudah, yang saya tunggu yang terakhir tadi," jawab Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga sempat bertanya mengenai kontribusi apa yang diberikan Bimbim untuk mencegah peredaran obat ilegal. Ia pun menjawab bahwa Slank aktif membuat lagu yang bertemakan pemberantasan narkoba.
Tak lupa, keduanya juga sempat membahas soal bagaimana memberitahukan soal bahaya narkoba bagi anak-anak. Bimbim sempat curhat ke Presiden bagaimana cara ia memberitahu anaknya soal bahaya narkoba.
"Kalau aku ngajarkan, anakku sudah 16 tahun yang paling besar anak cewek. Ngajarin tuh dengan bilang bahwa narkoba itu kampungan, narkoba itu norak, narkoba itu hanya orang-orang yang enggak jelas. Justru itu bikin dia, begitu ketemu,bikin dia ada penolakan sendiri," ucap Bimbim.
